Key Highlights

  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyoroti kontes hafalan ayat suci yang dikaitkan dengan hadiah minuman keras.
  • Tindakan tersebut dikategorikan sebagai bentuk penistaan terhadap nilai-nilai agama yang berlaku di masyarakat.
  • Pihak kepolisian didesak untuk mengusut tuntas siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Pemicu Reaksi Keras Publik

Publik dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai sebuah kontes hafalan Surat Ad-Dhuha yang menawarkan hadiah berupa minuman keras. Ahmad Sahroni dengan tegas menyatakan bahwa aksi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Menurutnya, mengaitkan aktivitas ibadah dengan barang yang dilarang oleh norma agama dan hukum merupakan tindakan provokatif yang sangat mencederai perasaan umat.

Tuntutan Penegakan Hukum

Sahroni menekankan pentingnya kehadiran aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia mengingatkan bahwa ruang publik tidak boleh disalahgunakan untuk aksi-aksi yang memancing kegaduhan. Kasus-kasus yang menyangkut sensitivitas publik seringkali memicu perhatian nasional, serupa dengan bagaimana masyarakat terus memantau Tragedi Pengeroyokan di Yogyakarta: Seorang Ayah Alami Luka Parah Akibat Serangan 15 Orang yang menuntut keadilan bagi para korban.

Mendorong Tanggung Jawab Penyelenggara

Lebih lanjut, legislator ini mendesak agar dalang di balik acara tersebut segera diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban di mata hukum. Tanpa adanya tindakan tegas, dikhawatirkan fenomena serupa akan kembali terulang di masa depan. Kepatuhan terhadap aturan hukum menjadi fondasi utama agar stabilitas sosial tetap terjaga di tengah tantangan disintegrasi yang sering muncul belakangan ini, termasuk dalam isu-isu nasional lainnya seperti dalam laporan Mahkamah Konstitusi Didesak Ganti Istilah Laut Cina Selatan Menjadi Laut Natuna Utara yang juga melibatkan kedaulatan moral dan hukum bangsa.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana tanggapan Anda mengenai sanksi yang seharusnya diberikan kepada penyelenggara kontes tersebut agar memberikan efek jera? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.