Key Highlights

  • Pramono Anung mengkritik JPO yang justru mempersulit aksesibilitas pejalan kaki.
  • Kondisi jembatan penyeberangan sering dianggap tidak ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia.
  • Wacana perbaikan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam pembenahan tata kota Jakarta.

Kritik terhadap Aksesibilitas Pejalan Kaki

Calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan kritik tajam terhadap keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di berbagai titik ibu kota. Ia menyebut fenomena ini sebagai hubungan yang sarat dilema atau 'love-hate relationship', di mana fasilitas yang seharusnya membantu justru menghambat mobilitas warga.

Pramono menilai banyak JPO saat ini dibangun dengan desain yang memaksa pejalan kaki untuk mendaki tangga yang cukup tinggi. Hal ini dianggap tidak inklusif, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, ibu hamil, maupun lansia yang melintas di tengah padatnya lalu lintas Jakarta.

Transformasi Menuju Kota Ramah Pejalan Kaki

Fokus utama dari evaluasi ini adalah menggeser paradigma pembangunan dari sekadar estetika menuju fungsionalitas. Penggunaan lift atau eskalator pada banyak JPO sering kali mengalami kendala perawatan, yang membuat fasilitas tersebut akhirnya terbengkalai dan jarang digunakan oleh masyarakat secara optimal.

Pendekatan yang diusulkan adalah memprioritaskan penyeberangan di permukaan jalan atau Pelican Crossing di area tertentu. Langkah ini dianggap lebih efisien dalam memangkas jarak tempuh bagi warga. Bagi mereka yang mengikuti isu tata kota, sinkronisasi transportasi publik tetap menjadi perhatian utama, serupa dengan bagaimana Dorong Hilirisasi Energi, DPR Nilai Hidrogen Jadi Kunci Daya Saing Industri Nasional yang tengah digencarkan pemerintah untuk masa depan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

Harapan bagi Penataan Ruang Terbuka

Perdebatan mengenai JPO ini mencerminkan dinamika urban Jakarta yang menuntut kenyamanan lebih bagi warganya. Keberadaan fasilitas publik yang efektif akan sangat menentukan kualitas hidup masyarakat di tengah hiruk-pikuk pusat ekonomi nasional.

?️ Bagaimana pendapat Anda, apakah JPO di Jakarta masih dibutuhkan atau sebaiknya diganti dengan penyeberangan di permukaan jalan?

Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai perkembangan tata kota dan kebijakan publik di ibu kota, kunjungi DKIJakarta.id.