Key Highlights

  • Realisasi pendapatan negara di wilayah Jawa Barat menunjukkan performa positif hingga Juli 2024.
  • Surplus APBN tercatat sebesar Rp22,02 triliun setelah dikurangi total belanja daerah.
  • Stabilitas ekonomi regional menjadi faktor utama terjaganya kinerja fiskal yang sehat.

Detail Kinerja Fiskal Jawa Barat

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Barat, Purbaya, mengonfirmasi bahwa posisi APBN di wilayah tersebut mencatatkan surplus signifikan sebesar Rp22,02 triliun hingga akhir Juli 2024. Angka ini mencerminkan dinamika ekonomi yang tetap bergairah di tengah tantangan global yang fluktuatif.

Pencapaian surplus ini bersumber dari pendapatan negara yang mencakup penerimaan perpajakan, bea masuk, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Efisiensi dalam penyerapan anggaran belanja kementerian dan lembaga di wilayah Jawa Barat juga menjadi penopang utama kesehatan fiskal tersebut.

? Did You Know? Jabar sering disebut sebagai penyumbang terbesar basis manufaktur nasional yang secara langsung berkontribusi pada stabilitas penerimaan PPN dan PPh setiap tahunnya.

Sinergi dan Keberlanjutan Ekonomi

Pemerintah terus memantau setiap pos belanja agar tetap tepat sasaran bagi masyarakat dan pembangunan infrastruktur strategis. Kestabilan fiskal ini diharapkan menjadi bantalan bagi berbagai program prioritas, termasuk pembangunan fasilitas publik yang mendukung mobilitas warga seperti yang terlihat pada proyek infrastruktur di ibu kota, yakni MRT Jakarta Pastikan Pedestrian Deck Dukuh Atas Ramah bagi Disabilitas.

Upaya konsolidasi fiskal akan terus dilakukan hingga akhir tahun demi memastikan target pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah menjadi komitmen utama bagi instansi terkait agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh sektor riil dan masyarakat luas. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai ekonomi nasional dan daerah.