Key Highlights
- Sebanyak 12 jadwal penerbangan mengalami penundaan dan pengalihan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
- Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Banjarbaru membatasi jarak pandang pilot.
- Pihak pengelola bandara terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kualitas udara dan visibilitas.
Dampak Kabut Asap terhadap Aktivitas Penerbangan
Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, kembali terganggu akibat kabut asap yang pekat. Sejumlah titik api di wilayah Banjarbaru memicu asap tebal yang menyelimuti landasan pacu, sehingga membahayakan keselamatan operasional pesawat terbang.
Hingga saat ini, tercatat ada 12 penerbangan yang terdampak. Gangguan tersebut bervariasi mulai dari keterlambatan jadwal lepas landas hingga pesawat yang harus menunda kedatangan sampai jarak pandang memenuhi syarat keselamatan penerbangan.
Langkah Penanganan Darurat
Otoritas bandara menyatakan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Maskapai penerbangan kini lebih selektif dalam memutuskan waktu keberangkatan guna menghindari risiko terburuk di udara.
Tim pemadam kebakaran di lapangan masih berupaya keras memadamkan api agar titik-titik panas tidak semakin meluas. Stabilitas operasional di berbagai sektor kini menjadi perhatian serius, bahkan pemerintah turut memperhatikan dampak ini sebagaimana upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas di sektor lain, termasuk Kadin Indonesia Apresiasi Visi Strategis Kepemimpinan Prabowo Subianto yang menuntut kesiapan infrastruktur nasional.
Kondisi cuaca masih terus dipantau secara ketat. Pihak bandara meminta calon penumpang untuk selalu memeriksa status penerbangan mereka secara berkala melalui pihak maskapai. Pantau terus perkembangan situasi terkini melalui laporan dari DKIJakarta News.