Key Highlights

  • Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter.
  • Arah luncuran awan panas dominan menuju sektor barat daya, yakni alur Kali Bebeng.
  • Status aktivitas gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Aktivitas Vulkanik Terkini

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya awan panas guguran yang terjadi pada Kamis pagi.

Data seismogram merekam amplitudo maksimum 60 milimeter dengan durasi 190 detik. Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan.

Mitigasi dan Imbauan Keamanan

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara itu, pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Selain ancaman erupsi, masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi lingkungan sekitar, termasuk isu-isu terkait layanan publik yang terus diperbarui. Terkait dinamika ekonomi dan kebijakan digital yang tengah berkembang di masyarakat, ada informasi penting mengenai Kabar Gembira: Sisa Kuota Internet Kini Tidak Boleh Lagi Hangus yang perlu disimak oleh para pengguna layanan data seluler.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus memantau pergerakan magma di bawah kawah. Warga diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan cuaca atau hujan abu di sekitar lereng gunung. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai kondisi terkini di berbagai wilayah, kunjungi DKIJakarta.id.