Key Highlights
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan pati singkong sebagai agen pemadam api yang ramah lingkungan.
- Material berbasis biopolimer ini terbukti mampu mengikat air lebih lama pada lahan gambut yang terbakar.
- Inovasi ini diharapkan menjadi solusi alternatif di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan nasional seperti yang sering dibahas dalam Jaga Kedaulatan Pangan, PTPN I Perkuat Peran Strategis di Sektor Komoditas Nasional.
Mekanisme Kerja Tepung Singkong dalam Pemadaman
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menguji efektivitas penggunaan tepung singkong sebagai bahan pembantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Material ini bekerja dengan cara meningkatkan daya serap dan retensi air pada lahan gambut yang sangat kering.
Ketika disemprotkan ke area terbakar, pati singkong bertindak sebagai zat pengental yang memungkinkan air menempel lebih kuat pada permukaan vegetasi dan tanah. Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan penggunaan air biasa yang cenderung langsung menguap atau meresap terlalu dalam ke tanah gambut.
Keunggulan Dibandingkan Bahan Kimia
Penggunaan bahan kimia pemadam api selama ini sering dikhawatirkan meninggalkan residu yang merusak ekosistem hutan dalam jangka panjang. Inovasi berbasis pati alami menawarkan opsi yang lebih aman karena sifatnya yang dapat terurai secara hayati atau biodegradable.
Material ini tidak hanya melindungi vegetasi, tetapi juga meminimalisir dampak polusi udara akibat asap kebakaran yang kerap mengganggu kesehatan masyarakat. Pendekatan berbasis riset dan lingkungan seperti ini menjadi bagian krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem, layaknya upaya pelestarian lingkungan pada Sentuhan Kreatif Ubah Wajah Tanggul Kampung Bahari Tambaklorok Menjadi Kanvas Lingkungan.
FAQ
Apakah tepung singkong dapat memadamkan api secara total? Tepung singkong berperan sebagai agen pembantu yang mengikat air agar pemadaman lebih efisien, terutama pada lahan gambut yang sulit padam karena api tersembunyi di bawah permukaan.
Bagaimana dampak penggunaan tepung singkong terhadap ekosistem hutan? Bahan ini bersifat organik dan ramah lingkungan sehingga tidak mencemari tanah atau sumber air hutan pasca proses pemadaman selesai dilakukan. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai inovasi riset ini.