Key Highlights
- Kebakaran lahan kembali terpantau di kawasan Kertapati, Palembang, memicu kepulan asap tebal.
- Tim gabungan diterjunkan untuk memadamkan api yang sulit dijangkau karena kondisi geografis lahan gambut.
- Kondisi cuaca panas ekstrem menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan dalam proses pemadaman.
Situasi Terkini di Lokasi Kebakaran
Kawasan Kertapati, Palembang, kembali menjadi titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api terlihat membakar area vegetasi kering, menciptakan kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah sekitar sejak Selasa siang.
Petugas dari berbagai instansi terkait segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman manual serta penyiraman menggunakan pompa air. Akses menuju titik api menjadi hambatan utama karena struktur lahan yang berupa gambut dalam serta minimnya sumber air di sekitar lokasi.
Tantangan Pemadaman Lahan Gambut
Medan yang berat membuat proses pemadaman memakan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran di lahan biasa. Api sering kali merambat di bawah permukaan tanah gambut, sehingga terlihat padam di permukaan namun masih menyisakan bara di kedalaman tertentu.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perluasan area kebakaran seiring dengan meningkatnya suhu udara di wilayah Sumatera Selatan. Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan lingkungan yang dihadapi kota besar, mirip dengan kondisi di sektor lain di mana Badai PHK Belum Mereda, Lebih dari 30.000 Pekerja Terdampak Sepanjang Tahun Ini yang menunjukkan betapa dinamisnya tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
FAQ
Apa penyebab utama karhutla di kawasan Kertapati?
Penyebab utama sering kali dipicu oleh kombinasi cuaca panas ekstrem yang membuat vegetasi mudah terbakar serta adanya aktivitas pembersihan lahan yang tidak terkontrol.
Bagaimana cara petugas mengatasi api di lahan gambut?
Petugas melakukan pembasahan intensif di area sekitar titik api serta melakukan penyekatan kanal untuk memastikan air meresap ke dalam tanah gambut guna mematikan bara di bawah permukaan.
Tetap ikuti perkembangan situasi lingkungan dan berita terkini lainnya dengan mengunjungi DKIJakarta.id.