Key Highlights
- Sebanyak 86 persen Base Transceiver Station (BTS) di lokasi terdampak gempa NTT telah kembali berfungsi normal.
- Kementerian Komdigi terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan seluruh layanan komunikasi segera pulih sepenuhnya.
- Prioritas pemulihan diarahkan pada area yang menjadi pusat koordinasi evakuasi dan penanganan darurat bencana.
Percepatan Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi
Layanan telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berangsur normal pascagempa yang sempat melanda kawasan tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat bahwa mayoritas infrastruktur jaringan telah diperbaiki oleh penyedia layanan terkait.
Tim teknis lapangan bekerja secara maraton untuk menyambungkan kembali koneksi yang sempat terputus akibat gangguan daya listrik maupun kerusakan fisik pada menara telekomunikasi. Kecepatan akses internet dan jaringan seluler sangat krusial agar koordinasi tim penanggulangan bencana di lapangan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan warga yang terdampak tetap dapat terhubung dengan keluarganya. Langkah ini juga menjadi bagian dari antisipasi pemerintah dalam menanggapi situasi sosial di wilayah tersebut, serupa dengan kesigapan aparat saat menangani isu keamanan masyarakat yang kerap menjadi perhatian publik.
Sisa BTS yang belum pulih sebagian besar berada di titik-titik yang sulit dijangkau akibat kerusakan akses jalan atau kendala pasokan listrik lokal. Pihak kementerian terus berkoordinasi dengan PLN serta penyedia jasa telekomunikasi untuk mengoptimalkan pemulihan dalam waktu singkat. Di sisi lain, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengandalkan kanal informasi resmi pemerintah guna menghindari simpang siur berita. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru terkait pemulihan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.