Key Highlights
- Gubernur NTT melaporkan adanya praktik rentenir yang menyasar korban gempa bumi kepada Presiden Prabowo.
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaan untuk turun tangan melindungi warga terdampak.
- Instruksi tegas diberikan agar oknum penagih utang tidak mengambil keuntungan di tengah musibah kemanusiaan.
Respons Tegas Presiden terhadap Nasib Korban Gempa
Situasi pasca-gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Laporan mengenai korban bencana yang justru diburu oleh pihak penagih utang atau rentenir memicu reaksi cepat dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sebuah pertemuan koordinasi, Gubernur NTT menyampaikan keresahan masyarakat terkait tekanan finansial yang dialami para penyintas gempa. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda, namun tetap dikejar kewajiban angsuran yang memberatkan di tengah masa pemulihan.
Prabowo: Suruh Hadap Saya
Menanggapi laporan tersebut, Prabowo memberikan instruksi yang sangat lugas. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir melindungi masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan mendalam akibat bencana alam.
Presiden meminta agar para korban gempa yang mengalami intimidasi oleh oknum rentenir untuk segera melapor. Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk menerima langsung laporan tersebut guna memberikan tindakan nyata bagi mereka yang mencoba memeras warga terdampak musibah.
Langkah pemerintah ini selaras dengan komitmen dalam menjaga stabilitas sosial di daerah bencana. Upaya serupa dalam menjaga keamanan publik juga sempat menjadi sorotan saat Polisi Ringkus 6 Pelaku Tawuran di Ciputat, 9 Senjata Tajam Disita, di mana penegakan hukum di lapangan menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat akan menjadi fokus utama selain pembangunan infrastruktur fisik.
Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai kebijakan penanganan bencana di berbagai wilayah, kunjungi DKIJakarta.id.