Key Highlights
- Universitas Udayana menghapus tradisi perpeloncoan dalam penyambutan mahasiswa baru.
- Kegiatan orientasi kini difokuskan pada suasana yang ceria dan edukatif.
- Pihak kampus memastikan tidak ada tindakan fisik atau hukuman tidak masuk akal.
Transformasi Budaya Orientasi Kampus
Memasuki masa ajaran baru, Universitas Udayana (Unud) menerapkan kebijakan tegas dalam menyambut mahasiswa baru. Praktik-praktik lama seperti berjalan jongkok atau pemberian tugas yang mempermalukan mahasiswa sudah ditinggalkan sepenuhnya oleh otoritas kampus.
Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di lingkungan universitas. Suasana ceria dan kolaboratif kini menjadi napas utama dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Fokus pada Edukasi dan Adaptasi
Pihak universitas menekankan bahwa masa transisi dari jenjang SMA ke dunia perguruan tinggi harus dilalui dengan rasa nyaman. Mahasiswa tidak lagi dibebani dengan atribut yang merepotkan atau perlakuan yang bersifat merendahkan martabat.
Alih-alih aktivitas fisik yang tidak produktif, mahasiswa kini disuguhkan dengan materi pengenalan akademik, organisasi kemahasiswaan, dan wawasan kebangsaan. Hal ini dianggap lebih relevan untuk membekali calon intelektual muda sebelum mereka terjun ke dunia profesional, mirip dengan semangat yang dicari banyak generasi muda saat ini dalam Jejak Berbeda Trisha Eungelica: Meniti Karier Medis di Tengah Pilihan Abdi Negara Sang Adik.
Lingkungan Akademik yang Humanis
Perubahan paradigma ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa pola orientasi yang humanis dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa secara signifikan. Kampus seharusnya menjadi rumah bagi pengembangan kreativitas, bukan tempat untuk melakukan kekerasan berkedok tradisi.
Dengan ditiadakannya hukuman fisik, mahasiswa diharapkan lebih berani untuk berekspresi dan berpartisipasi dalam diskusi ilmiah. Kebijakan ini sekaligus menjadi standar baru bagi institusi pendidikan tinggi dalam membina hubungan harmonis antara senior dan yunior.
?️ Share Your Opinion!
Apakah menurut Anda sistem orientasi kampus tanpa perpeloncoan adalah cara terbaik untuk membina mahasiswa baru di Indonesia? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.
Dapatkan informasi pendidikan terkini dengan mengunjungi DKIJakarta.id.