Key Highlights

  • Wakil Menteri PPPA Veronica Tan mempromosikan kekuatan literasi lewat kegiatan mendongeng.
  • FHA 2026 menjadi panggung bagi pengembangan imajinasi dan karakter anak di Indonesia.
  • Orang tua didorong untuk lebih aktif terlibat dalam aktivitas kreatif bersama buah hati.

Pentingnya Literasi Imajinatif bagi Anak

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, hadir dalam rangkaian acara Festival Hari Anak (FHA) 2026 hari kedua. Di hadapan ratusan anak dan orang tua, ia mengajak seluruh keluarga untuk menghidupkan kembali tradisi mendongeng sebagai metode pendidikan karakter yang efektif.

Kegiatan mendongeng dinilai sebagai jembatan untuk menumbuhkan rasa empati dan kemampuan berpikir kritis sejak dini. Melalui narasi cerita yang kreatif, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi dunianya tanpa batasan fisik, yang secara tidak langsung memperkaya wawasan serta kosakata mereka secara alami.

? Did You Know? Mendongeng secara rutin dapat meningkatkan durasi rentang perhatian (attention span) anak dan mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak secara signifikan.

Veronica menekankan bahwa di era gempuran teknologi, interaksi tatap muka melalui dongeng menjadi sangat krusial. Hal ini selaras dengan pesan penting bagi para orang tua untuk tetap menjaga kedekatan, sebagaimana pernah disinggung dalam bahasan mengenai KH Anwar Zahid Ingatkan Orang Tua di Sekolah Alazka: Ponsel Bukan Pengganti Perhatian.

Kolaborasi Orang Tua dan Anak

Partisipasi anak dalam FHA 2026 menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang bersifat edukatif dan menghibur. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh tanah air.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi para pengambil kebijakan dan masyarakat untuk terus mendukung ruang publik yang ramah anak. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai isu pendidikan dan anak di Indonesia.