Kasus Pemerasan di Pemalang: Bupati Anom Widiyantoro Diduga Keruk Uang Bawahan Senilai Rp1,98 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan praktik pemerasan oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro kepada para bawahannya senilai Rp1,98 miliar.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Aug 7, 2026 schedule 9:15 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kasus Pemerasan di Pemalang: Bupati Anom Widiyantoro Diduga Keruk Uang Bawahan Senilai Rp1,98 Miliar
“Kasus Pemerasan di Pemalang: Bupati Anom Widiyantoro Diduga Keruk Uang Bawahan Senilai Rp1,98 Miliar”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/7ab1e9
7 Aug 2026
https://www.dkijakarta.id/s/7ab1e9
Copied
Kasus Pemerasan di Pemalang: Bupati Anom Widiyantoro Diduga Keruk Uang Bawahan Senilai Rp1,98 Miliar
Image via Pexels - Kasus Pemerasan di Pemalang: Bupati Anom Widiyantoro Diduga Keruk Uang Bawahan Senilai Rp1,98 Miliar

Key Highlights

  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro sebagai tersangka kasus pemerasan.
  • Modus operandi yang dilakukan melibatkan pungutan liar terhadap aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
  • Total kerugian negara akibat praktik ilegal ini ditaksir mencapai angka Rp1,98 miliar.

Dugaan Praktik Pemerasan di Lingkungan Pemkab Pemalang

Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Lembaga antirasuah tersebut menemukan fakta bahwa jabatan yang diemban sang kepala daerah disalahgunakan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang melalui cara yang tidak sah.

Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang dilaporkan menjadi sasaran pemerasan. Uang yang dipungut tersebut diduga merupakan syarat bagi para bawahan untuk tetap mempertahankan posisi atau mendapatkan promosi jabatan tertentu dalam struktur pemerintahan daerah.

Sistem Setoran dan Dampak Birokrasi

Penyidik KPK mengungkapkan bahwa mekanisme pungutan ini dilakukan secara sistematis. Nominal yang diminta bervariasi tergantung pada tingkatan jabatan yang diduduki oleh para pegawai negeri sipil tersebut.

Praktik seperti ini mencoreng integritas tata kelola pemerintahan di daerah. Di sisi lain, isu integritas publik juga sempat mencuat dalam kasus PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris Terkait Profesi Wartawan yang menyoroti etika dalam ranah profesional. Kasus di Pemalang ini menambah panjang daftar pejabat daerah yang terjerat persoalan hukum karena penyalahgunaan wewenang.

Tindakan Hukum Selanjutnya

Tim penyidik hingga kini masih terus mengumpulkan barang bukti tambahan dan memeriksa saksi-saksi dari berbagai dinas terkait di Pemalang. Fokus utama KPK adalah memastikan aliran dana tersebut terpetakan dengan jelas agar seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban di mata hukum.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana tanggapan Anda mengenai pengawasan internal pemerintah daerah agar praktik pemerasan seperti ini tidak terulang kembali di masa depan? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Ikuti perkembangan terbaru mengenai kasus ini dan isu nasional lainnya hanya melalui DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu