Tragedi di Desa Sade: Manuskrip Lontar Berusia Ratusan Tahun Ludes Dilalap Si Jago Merah

Kebakaran hebat melanda Desa Sade, Lombok. Sejumlah manuskrip lontar kuno berusia ratusan tahun dilaporkan musnah terbakar dalam peristiwa tragis ini.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 17, 2026 schedule 8:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Tragedi di Desa Sade: Manuskrip Lontar Berusia Ratusan Tahun Ludes Dilalap Si Jago Merah
“Tragedi di Desa Sade: Manuskrip Lontar Berusia Ratusan Tahun Ludes Dilalap Si Jago Merah”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/cfe527
17 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/cfe527
Copied
Tragedi di Desa Sade: Manuskrip Lontar Berusia Ratusan Tahun Ludes Dilalap Si Jago Merah
Image via Pexels - Tragedi di Desa Sade: Manuskrip Lontar Berusia Ratusan Tahun Ludes Dilalap Si Jago Merah

Key Highlights

  • Kebakaran hebat melanda permukiman adat Desa Sade di Lombok Tengah.
  • Sejumlah manuskrip lontar kuno yang berusia ratusan tahun hangus terbakar.
  • Pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam terkait penyebab munculnya titik api.

Pusaka Budaya yang Hilang

Duka menyelimuti warga Desa Sade, Lombok, setelah peristiwa kebakaran besar melanda kawasan adat tersebut. Insiden ini tidak hanya menghancurkan struktur bangunan tradisional, tetapi juga memusnahkan warisan sejarah tak ternilai berupa naskah lontar kuno.

Naskah-naskah ini merupakan catatan sejarah dan tradisi masyarakat setempat yang telah dijaga turun-temurun selama berabad-abad. Kehilangan artefak fisik ini menjadi pukulan besar bagi pelestarian sejarah Nusantara di tengah upaya modernisasi yang terus berlangsung di berbagai sektor, termasuk industri film seperti yang diulas dalam Produksi Film Berbagi Suami 2.0 Rampung, Soroti Realita Emosional Poligami.

? Did You Know? Naskah lontar sering kali ditulis menggunakan alat tulis berupa pisau kecil bernama pengutik di atas daun pohon siwalan yang telah dikeringkan dan diproses khusus.

Proses Identifikasi Kerugian

Tim pemadam kebakaran membutuhkan waktu cukup lama untuk menjinakkan api karena material bangunan di Desa Sade didominasi oleh jerami dan kayu. Saat ini, fokus utama otoritas setempat adalah melakukan pendataan terhadap objek cagar budaya lainnya yang tersisa di area tersebut.

Kondisi ini memicu keprihatinan para pemerhati budaya mengenai mitigasi bencana di kawasan bersejarah. Sementara masyarakat sedang memulihkan diri dari dampak musibah, kesadaran akan pentingnya digitalisasi arsip kuno menjadi diskusi hangat di berbagai kalangan. Upaya menjaga keberagaman budaya di Indonesia sangatlah penting, selaras dengan bagaimana inovasi seperti Pertanian Hidroganik: Solusi Cerdas Perkuat Ketahanan Pangan di Kota Palu berusaha memberikan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai dampak peristiwa ini, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu