Melestarikan Warisan Leluhur, Ratusan Pemanah Ikuti Gladhen Ageng Jemparingan

Ratusan pemanah dari berbagai daerah berkumpul dalam Gladhen Ageng Jemparingan untuk melestarikan tradisi memanah gaya Mataram yang penuh filosofi.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Aug 1, 2026 schedule 1:15 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Melestarikan Warisan Leluhur, Ratusan Pemanah Ikuti Gladhen Ageng Jemparingan
“Melestarikan Warisan Leluhur, Ratusan Pemanah Ikuti Gladhen Ageng Jemparingan”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/bea52e
1 Aug 2026
https://www.dkijakarta.id/s/bea52e
Copied
Melestarikan Warisan Leluhur, Ratusan Pemanah Ikuti Gladhen Ageng Jemparingan
Image via Pexels - Melestarikan Warisan Leluhur, Ratusan Pemanah Ikuti Gladhen Ageng Jemparingan

Key Highlights

  • Ratusan peserta dari berbagai wilayah memadati arena Gladhen Ageng Jemparingan.
  • Ajang ini memfokuskan pada pelestarian gaya memanah tradisional khas Keraton Mataram.
  • Jemparingan bukan sekadar olahraga, melainkan sarana melatih konsentrasi dan pengendalian diri.

Tradisi Memanah Gaya Mataram yang Tetap Lestari

Dentuman bunyi anak panah yang mengenai sasaran kayu menggema di area perlombaan. Ratusan pemanah dengan busana adat tampak fokus membidik sasaran dalam gelaran Gladhen Ageng Jemparingan. Acara ini menjadi wadah bagi para pegiat panahan tradisional untuk merawat warisan budaya leluhur di era modern.

Para peserta diwajibkan menggunakan pakaian tradisional seperti beskap bagi pria dan kebaya bagi wanita. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tata cara memanah gaya Mataram. Selain kemampuan teknis, sikap tenang dan keselarasan batin menjadi poin utama yang dinilai dalam perlombaan ini.

Filosofi di Balik Bidikan

Jemparingan memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan olahraga panahan konvensional. Pemanah tidak berdiri tegak, melainkan duduk bersila saat melepaskan anak panah. Posisi ini bukan tanpa alasan, melainkan simbol kerendahan hati dan ketajaman fokus yang harus dimiliki oleh seorang ksatria.

Target sasaran berupa kayu yang dicat warna-warni ditempatkan pada jarak tertentu. Ketepatan dalam membidik sasaran dianggap sebagai cerminan dari kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi diri. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap relevan di tengah gempuran tren global yang semakin masif, mirip dengan pentingnya menjaga integritas di bidang lain seperti yang terlihat dalam pengelolaan devisa hasil ekspor negara kita.

Menjaga Keberlangsungan Budaya

Minat masyarakat terhadap olahraga tradisional ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Banyak generasi muda mulai melirik panahan gaya Mataram sebagai hobi yang menyehatkan sekaligus bernilai sejarah tinggi. Panitia penyelenggara berharap kegiatan rutin ini dapat menjadi magnet wisata budaya yang mampu menarik perhatian khalayak luas.

Perkembangan komunitas panahan tradisional di Indonesia saat ini menunjukkan sinyal positif. Keberadaan wadah seperti ini memastikan bahwa nilai-nilai filosofis nenek moyang tidak akan hilang dimakan zaman. Untuk mendapatkan pembaruan berita seputar dinamika kebudayaan dan informasi penting lainnya, tetap ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu