Menteri HAM Natalius Pigai Kritik Keras Aksi Main Hakim Sendiri Lewat Sayembara Begal

Menteri HAM Natalius Pigai menyoroti fenomena sayembara tangkap begal, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang sesuai prosedur bagi masyarakat.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Aug 5, 2026 schedule 10:15 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Menteri HAM Natalius Pigai Kritik Keras Aksi Main Hakim Sendiri Lewat Sayembara Begal
“Menteri HAM Natalius Pigai Kritik Keras Aksi Main Hakim Sendiri Lewat Sayembara Begal”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/8b89ff
5 Aug 2026
https://www.dkijakarta.id/s/8b89ff
Copied
Menteri HAM Natalius Pigai Kritik Keras Aksi Main Hakim Sendiri Lewat Sayembara Begal
Image via Pexels - Menteri HAM Natalius Pigai Kritik Keras Aksi Main Hakim Sendiri Lewat Sayembara Begal

Key Highlights

  • Menteri HAM Natalius Pigai menilai aksi sayembara tangkap begal tidak sesuai dengan etika penegakan hukum.
  • Pemerintah menekankan bahwa tindakan main hakim sendiri dapat berpotensi menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.
  • Masyarakat diimbau untuk melaporkan tindak kriminal kepada pihak berwajib alih-alih mengambil tindakan mandiri.

Peringatan Terhadap Fenomena Main Hakim Sendiri

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan tanggapan tegas terkait maraknya tren sayembara tangkap begal yang dilakukan oleh sejumlah oknum di berbagai wilayah. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak etis dan sangat berisiko melanggar aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pigai berharap aksi penggalangan massa dengan iming-iming hadiah bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku kejahatan hanyalah sekadar gurauan atau guyonan di media sosial. Ia menegaskan bahwa negara memiliki aparat penegak hukum resmi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Risiko Hukum di Balik Aksi Warga

Pengambilan tindakan hukum oleh masyarakat awam, meski memiliki niat untuk membantu, sering kali berujung pada pelanggaran hak asasi individu. Dalam banyak kasus, tindakan main hakim sendiri tidak hanya membahayakan nyawa pelaku, namun juga bisa menyeret warga biasa ke dalam persoalan hukum pidana baru.

Di tengah tantangan keamanan yang dinamis, koordinasi antara warga dan pihak kepolisian tetap menjadi cara paling efektif untuk menekan angka kriminalitas di lingkungan perkotaan. Hal ini sejalan dengan perlunya kesadaran kolektif dalam menjaga ruang publik, sebagaimana pentingnya menjaga ketahanan lingkungan lainnya, seperti program Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Jadi Pusat Urban Farming yang saat ini terus digalakkan.

Pemerintah pusat melalui kementerian terkait terus mendorong agar masyarakat tidak terpancing dengan aksi-aksi provokatif yang berpotensi memicu keributan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, namun prosedurnya tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan hukum yang berlaku. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu