Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: BI Optimis Tumbuh hingga 5,7 Persen Meski Gejolak Global Mengintai

Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9-5,7 persen pada 2026. Ketahanan domestik jadi kunci di tengah ketidakpastian ekonomi global.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Jul 25, 2026 schedule 7:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: BI Optimis Tumbuh hingga 5,7 Persen Meski Gejolak Global Mengintai
“Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: BI Optimis Tumbuh hingga 5,7 Persen Meski Gejolak Global Mengintai”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/fe21d3
25 Jul 2026
https://www.dkijakarta.id/s/fe21d3
Copied
Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: BI Optimis Tumbuh hingga 5,7 Persen Meski Gejolak Global Mengintai
Image via Pexels - Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: BI Optimis Tumbuh hingga 5,7 Persen Meski Gejolak Global Mengintai

Key Highlights

  • Bank Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen untuk tahun 2026.
  • Stabilitas sistem keuangan domestik menjadi fokus utama dalam menghadapi dinamika pasar global.
  • Kebijakan fiskal yang terukur dan penguatan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan nasional.

Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Dunia

Bank Indonesia secara resmi merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun 2026. Di tengah situasi geopolitik yang memanas serta fluktuasi harga komoditas global, otoritas moneter tetap menunjukkan sikap optimis dengan menetapkan target di rentang 4,9 hingga 5,7 persen.

Gubernur Bank Indonesia menekankan bahwa ketahanan ekonomi dalam negeri didukung oleh kuatnya permintaan domestik dan investasi yang tetap terjaga. Meski bayang-bayang perlambatan ekonomi dunia masih terasa, fundamental Indonesia dinilai cukup kokoh untuk menahan guncangan eksternal yang bersifat jangka pendek.

? Did You Know? Bank Indonesia menggunakan kerangka kebijakan 'bauran moneter' untuk menyeimbangkan stabilitas nilai tukar dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap berada di jalur yang berkelanjutan.

Strategi Mempertahankan Momentum Pertumbuhan

Langkah preventif terus disiapkan pemerintah melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Efisiensi di sektor birokrasi dan percepatan hilirisasi industri diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi devisa negara di tahun-tahun mendatang.

Pertumbuhan yang inklusif menjadi prioritas agar dampak positif dari proyeksi ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini tentu relevan dengan upaya pemerintah dalam menstabilkan harga barang kebutuhan pokok di tengah potensi inflasi yang diakibatkan oleh rantai pasok global.

Sinergi Sektor Riil dan Keuangan

Aktivitas ekonomi yang menggeliat pasca-pandemi juga terus didorong melalui berbagai event nasional, seperti yang sempat terlihat dalam Gema Nobar Pildun di Lapangan Banteng: 14 Ribu Pengunjung dan Putaran Ekonomi Fantastis. Efek pengganda dari kegiatan berskala besar semacam ini diyakini mampu menstimulasi sektor UMKM secara signifikan.

Dengan tetap menjaga kewaspadaan terhadap kebijakan suku bunga global, Indonesia diyakini mampu menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk mendapatkan pembaruan terkini mengenai proyeksi ekonomi dan kebijakan publik lainnya.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu