AHY Ingatkan Pentingnya Peradaban Hukum di Tengah Masyarakat: Jangan Terjebak Hukum Rimba

Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya supremasi hukum dan peradaban agar masyarakat tidak terjebak dalam hukum rimba.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 30, 2026 schedule 3:45 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
AHY Ingatkan Pentingnya Peradaban Hukum di Tengah Masyarakat: Jangan Terjebak Hukum Rimba
“AHY Ingatkan Pentingnya Peradaban Hukum di Tengah Masyarakat: Jangan Terjebak Hukum Rimba”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/8ee0bf
30 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/8ee0bf
Copied
AHY Ingatkan Pentingnya Peradaban Hukum di Tengah Masyarakat: Jangan Terjebak Hukum Rimba
Image via Pexels - AHY Ingatkan Pentingnya Peradaban Hukum di Tengah Masyarakat: Jangan Terjebak Hukum Rimba

Key Highlights

  • Menteri ATR/BPN menekankan pentingnya menjaga tatanan hukum yang berkeadilan.
  • Lukisan menjadi medium refleksi bagi Agus Harimurti Yudhoyono mengenai kondisi sosial.
  • Pentingnya mencegah fenomena hukum rimba di era modern demi stabilitas nasional.

Refleksi Melalui Karya Seni

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pesan mendalam saat mengamati sebuah karya lukisan. Baginya, seni bukan sekadar estetika visual, melainkan cerminan dari dinamika kehidupan bermasyarakat yang harus dikelola dengan bijak melalui aturan yang berlaku.

Dalam pengamatannya, ia menyoroti bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menjunjung tinggi peradaban. Jika hukum tidak lagi menjadi panglima, maka kekacauan sosial yang sering disebut sebagai hukum rimba—di mana yang kuat menindas yang lemah—akan menjadi ancaman nyata bagi stabilitas bangsa.

Menjaga Stabilitas di Tengah Dinamika Sosial

Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem sosial yang kondusif. Di berbagai sektor, termasuk penegakan hukum dan sengketa agraria, kepastian aturan menjadi fondasi utama. Tanpa adanya kepatuhan terhadap norma, konflik di tingkat akar rumput akan terus bermunculan, seperti kasus-kasus yang sering terjadi belakangan ini, mulai dari kriminalitas yang melibatkan kelompok remaja hingga sengketa keluarga, seperti pada artikel Ruben Onsu Siap Hadiri Mediasi Hak Asuh Anak dengan Sarwendah.

Kondisi keamanan di Jakarta pun menuntut kewaspadaan kolektif dari masyarakat. Upaya aparat dalam menjaga ketertiban, seperti pada operasi Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Peredaran Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Basura, menjadi bukti nyata bahwa negara terus berupaya melindungi warga dari ancaman yang merusak tatanan peradaban.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana menurut Anda mengenai pentingnya menjaga supremasi hukum dalam kehidupan sehari-hari agar kita terhindar dari konflik sosial? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan berita terbaru.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu