Aksi Swadaya Warga Depok: Patungan Dana Perbaiki Jalan Akibat Minimnya Respons Pemkot

Geram dengan lambatnya perbaikan infrastruktur, warga di Depok berinisiatif patungan dana untuk memperbaiki jalan rusak demi mengurai kemacetan parah.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 22, 2026 schedule 4:15 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Aksi Swadaya Warga Depok: Patungan Dana Perbaiki Jalan Akibat Minimnya Respons Pemkot
“Aksi Swadaya Warga Depok: Patungan Dana Perbaiki Jalan Akibat Minimnya Respons Pemkot”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/f3bb47
22 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/f3bb47
Copied
Aksi Swadaya Warga Depok: Patungan Dana Perbaiki Jalan Akibat Minimnya Respons Pemkot
Image via Pexels - Aksi Swadaya Warga Depok: Patungan Dana Perbaiki Jalan Akibat Minimnya Respons Pemkot

Key Highlights

  • Warga di sejumlah titik di Depok terpaksa mengumpulkan dana pribadi untuk memperbaiki kerusakan jalan.
  • Langkah ini diambil setelah berbagai usulan perbaikan kepada pemerintah daerah tak kunjung mendapatkan respon konkret.
  • Perbaikan swadaya bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan dan mengurai kemacetan panjang di jam sibuk.

Inisiatif Warga di Tengah Keterbatasan Layanan

Kesabaran warga di beberapa wilayah Depok terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak mencapai titik jenuh. Tanpa menunggu kepastian kapan perbaikan akan dilakukan pemerintah setempat, masyarakat mulai melakukan aksi penggalangan dana secara mandiri. Langkah ini dilakukan agar akses transportasi utama warga tetap layak dilalui dan tidak terus-menerus menyebabkan antrean kendaraan.

Kondisi jalan yang berlubang dengan kedalaman bervariasi kerap menjadi pemicu utama kepadatan lalu lintas. Banyak pengendara terpaksa melambatkan kendaraannya, yang kemudian memicu penumpukan arus kendaraan hingga berkilo-kilo meter. Bagi warga yang terbiasa Healing atau Sekadar Pelarian? Memahami Makna Istirahat yang Sebenarnya bagi Pekerja Kota, kemacetan akibat jalan rusak ini tentu menambah beban mental sebelum beraktivitas.

Tantangan Infrastruktur dan Harapan Masyarakat

Pengumpulan dana dilakukan melalui sistem patungan sukarela dari rumah ke rumah. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli material seperti semen, pasir, dan batu split guna menutup lubang-lubang besar di sepanjang jalur pemukiman hingga jalan penghubung utama. Warga berharap langkah darurat ini dapat bertahan lama meskipun tidak memiliki spesifikasi teknis layaknya pekerjaan konstruksi pemerintah.

Kejadian di lapangan ini sering kali memicu diskusi lebih luas mengenai transparansi anggaran daerah. Publik menuntut agar setiap usulan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dapat diproses dengan skala prioritas yang lebih tajam. Di sisi lain, isu-isu korupsi dalam proyek pembangunan juga menjadi sorotan tajam, seperti yang terlihat dalam kasus KPK Geledah Tiga Lokasi di Bengkulu Terkait Kasus Suap Proyek, yang sering kali membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pengelolaan dana publik.

FAQ

Apakah perbaikan jalan secara swadaya diperbolehkan secara hukum?

Secara aturan, pemeliharaan jalan merupakan tanggung jawab pemerintah, namun warga diizinkan melakukan gotong royong untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar selama mengikuti prosedur koordinasi setempat.

Bagaimana cara warga mengusulkan perbaikan jalan secara resmi?

Warga dapat melalui mekanisme Musrenbang tingkat kelurahan atau melaporkan kerusakan melalui aplikasi pengaduan resmi pemerintah kota agar masuk dalam daftar pemeliharaan rutin dinas terkait.

Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai isu infrastruktur perkotaan, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu