Key Highlights
- Sebanyak 400 unit sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi.
- Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyoroti pentingnya keselamatan siswa dan kelancaran proses belajar mengajar.
- Kementerian terkait didesak untuk memprioritaskan anggaran revitalisasi fisik bangunan sekolah.
Kondisi Fasilitas Pendidikan di NTT
Laporan mengenai kerusakan infrastruktur pendidikan di Nusa Tenggara Timur kini menjadi perhatian serius di tingkat nasional. Wakil Ketua Komisi X DPR RI mengungkapkan bahwa sedikitnya 400 sekolah di wilayah tersebut terdampak cukup parah akibat gempa bumi yang terjadi baru-baru ini.
Kondisi bangunan sekolah yang tidak lagi layak pakai dikhawatirkan mengganggu kegiatan operasional pendidikan. Banyak ruang kelas mengalami keretakan pada dinding serta kerusakan struktur plafon yang membahayakan warga sekolah jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.
Langkah Percepatan Revitalisasi
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait diminta segera melakukan verifikasi data secara mendalam di lapangan. Proses rehabilitasi fisik menjadi urgensi agar masa depan pendidikan anak-anak di daerah bencana tetap terjaga. Harapannya, bantuan anggaran dapat dialokasikan dengan cepat sebelum kerusakan bertambah parah akibat faktor cuaca.
Pemerintah selama ini terus berupaya memastikan bahwa setiap anak memiliki akses pendidikan yang aman, seperti yang sempat ditegaskan dalam upaya mendukung potensi Wamensos Agus Jabo Tegaskan Setiap Siswa Sekolah Rakyat Memiliki Potensi Besar bagi Bangsa. Ketersediaan ruang kelas yang kokoh merupakan fondasi utama bagi siswa untuk mengejar mimpi dan cita-cita mereka di masa depan.
DPR RI berkomitmen untuk terus memantau proses perbaikan ini guna memastikan dana bantuan tepat sasaran dan pengerjaannya selesai sesuai target waktu yang ditetapkan. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.