Key Highlights

  • Anggota DPR RI Andre Rosiade merespons keras promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan syarat menghafal Al-Quran.
  • Promosi tersebut dinilai melukai perasaan umat beragama dan berpotensi memicu kegaduhan sosial.
  • Tuntutan tegas dilayangkan agar pihak berwenang menindak pelaku demi menjaga nilai-nilai keagamaan.

Kecaman Keras Terhadap Konten Sensitif

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, secara terbuka menyampaikan kecaman terhadap promosi minuman keras yang menggunakan embel-embel hafalan Al-Quran. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk penistaan yang nyata terhadap nilai-nilai suci dalam agama Islam.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa penggunaan simbol-simbol agama sebagai alat pemasaran produk alkohol sangat tidak etis. Hal ini dinilai melampaui batas norma kesopanan dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Langkah Tegas Penegak Hukum

Pihak kepolisian didorong untuk segera melakukan penyelidikan terhadap entitas di balik promosi tersebut. Andre menekankan bahwa menjaga kondusivitas sosial adalah prioritas, terutama ketika menyangkut isu sensitif yang melibatkan keyakinan umat beragama.

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh konten-konten yang sengaja dibuat untuk memicu konflik. Pemerintah juga diharapkan lebih sigap dalam melakukan pengawasan terhadap iklan-iklan yang beredar di ranah digital agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya literasi digital dan penghormatan terhadap keberagaman. Terkait pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat, pembaca bisa menyimak Mengenal Asbabun Nuzul Dua Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Penawar Hati Para Sahabat untuk refleksi lebih mendalam. Ikuti terus perkembangan berita nasional terkini hanya di DKIJakarta.id.