Key Highlights
- Dugaan praktik jual beli kursi mahasiswa baru kini terindikasi terjadi di luar lingkup Fakultas Kedokteran.
- Laporan terbaru menunjukkan praktik serupa menyasar Fakultas Perikanan dan Fakultas Hukum di perguruan tinggi terkait.
- Proses investigasi internal kini diperluas untuk menelusuri alur transaksi ilegal dalam penerimaan mahasiswa baru.
Perluasan Investigasi Praktik Penerimaan Mahasiswa
Dunia pendidikan tinggi kembali diguncang isu tidak sedap terkait proses seleksi penerimaan mahasiswa baru. Setelah sebelumnya perhatian publik tertuju pada Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), kini muncul dugaan bahwa praktik serupa terjadi di Fakultas Perikanan dan Fakultas Hukum.
Temuan ini memicu kekhawatiran mengenai integritas akademik di lingkungan kampus. Pihak otoritas universitas saat ini tengah melakukan audit menyeluruh terhadap data pendaftaran dan jalur penerimaan mandiri yang dinilai rentan terhadap intervensi pihak luar.
Upaya Penegakan Etika Akademik
Kasus ini mencuat di tengah upaya berbagai pihak untuk menekan biaya pendidikan tinggi yang kian kompetitif. Selain menyoroti isu integritas di kampus, diskusi publik juga kerap menyinggung bagaimana beban biaya yang tidak wajar dapat menghambat meritokrasi di tanah air, serupa dengan dinamika yang terjadi dalam Marak OTT Kepala Daerah, Partai Golkar Soroti Beban Ongkos Politik yang Kian Mahal.
Manajemen universitas berkomitmen untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti bermain di balik layar proses seleksi. Transparansi dalam pengumuman hasil seleksi menjadi tuntutan utama mahasiswa dan orang tua guna memastikan keadilan bagi seluruh pendaftar.
Pihak kampus kini membuka saluran pelaporan bagi masyarakat yang memiliki bukti konkret mengenai adanya tindakan maladministrasi dalam penerimaan mahasiswa baru. Pantau terus perkembangan kasus ini hanya di DKIJakarta.id.