Key Highlights
- Proses pemadaman di Gedung Bapenda membutuhkan waktu lama karena kendala teknis di lapangan.
- Petugas menghadapi kesulitan akses menuju titik api di lantai atas gedung.
- Material bangunan yang bersifat mudah terbakar mempercepat rambatan api di dalam area gedung.
Tantangan Petugas di Lokasi Kebakaran
Proses pemadaman api yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berlangsung cukup alot. Petugas pemadam kebakaran mengakui adanya tantangan besar dalam menjinakkan si jago merah yang sempat berkobar hebat.
Kondisi tata letak ruangan di dalam gedung dinilai cukup menyulitkan pergerakan personel. Selain itu, banyaknya material yang bersifat mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan sepenuhnya dalam waktu singkat.
Kendala Teknis dan Aksesibilitas
Akses menuju titik api menjadi hambatan utama bagi tim di lapangan. Kendaraan operasional harus berupaya keras menembus kepadatan lalu lintas, sementara petugas di dalam gedung harus bekerja ekstra di tengah kepungan asap pekat.
Berbagai insiden di ibu kota akhir-akhir ini memang menuntut kesiapsiagaan tinggi dari aparat terkait. Sama halnya seperti saat terjadi Tragedi Kecelakaan Kendaraan Brimob: Istana Sampaikan Permintaan Maaf, Tujuh Personel Diperiksa, koordinasi cepat antarinstansi menjadi kunci utama dalam menangani situasi darurat di wilayah Jakarta.
Upaya Pendinginan
Setelah api pokok berhasil dikuasai, petugas masih melanjutkan proses pendinginan hingga beberapa jam setelahnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang berpotensi memicu api kembali muncul.
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait penyebab utama kebakaran tersebut. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai perkembangan kota, kunjungi DKIJakarta.id.