Key Highlights

  • Ketua DPRD Kuansing memenuhi panggilan penyidik KPK di Jakarta.
  • Pemeriksaan fokus pada dugaan aliran dana senilai 12.000 dolar Singapura.
  • Saksi mengaku tidak mengetahui kaitan dana tersebut dengan Raja Juli Antoni.

Proses Pemeriksaan di Gedung Merah Putih

Ketua DPRD Kuantan Singingi (Kuansing) telah selesai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Kehadirannya berkaitan dengan pendalaman kasus yang sedang disidik oleh lembaga antirasuah tersebut. Fokus utama penyidik adalah menelusuri alur transaksi keuangan yang mencurigakan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Ketua DPRD tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pengetahuan mengenai aliran uang sebesar 12.000 dolar Singapura yang sempat dikaitkan dengan nama Wakil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia menyebut tidak pernah terlibat atau mengetahui adanya pemberian dana dalam nominal tersebut kepada pihak yang dimaksud.

? Did You Know? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki kewenangan untuk memanggil pejabat publik sebagai saksi guna memberikan keterangan dalam proses pengumpulan bukti-bukti hukum.

Fokus Penyidikan KPK

Penyidik KPK terus melakukan verifikasi atas berbagai fakta yang ditemukan di lapangan terkait pengelolaan anggaran di daerah. Tindakan ini merupakan langkah sistematis untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang negara. Upaya pemberantasan korupsi di tingkat daerah memang tengah menjadi sorotan tajam, serupa dengan KPK dan Kemendagri Bergerak Cepat: 17 Kepala Daerah Terjaring OTT, Fokus pada 10 Klaster Wilayah dalam memperkuat pengawasan birokrasi.

Hingga saat ini, pihak penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan dari berbagai saksi terkait. Langkah hukum yang diambil mencerminkan keseriusan KPK dalam menelusuri setiap dugaan pelanggaran hukum. Tetap ikuti DKIJakarta.id untuk perkembangan terbaru dari proses hukum ini.