Key Highlights
- KMP Perkasa Prima 5 mengalami gangguan mesin di tengah Selat Bali.
- Sebanyak 25 orang di atas kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
- Proses evakuasi dilakukan cepat oleh tim SAR gabungan untuk menghindari kondisi cuaca buruk.
Detik-detik Gangguan Mesin di Perairan Selat Bali
Sebuah insiden teknis terjadi pada layanan penyeberangan di Selat Bali yang melibatkan KMP Perkasa Prima 5. Kapal yang sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk tiba-tiba mengalami mati mesin saat berada di tengah perairan. Kondisi tersebut memaksa kapal terombang-ambing di tengah arus yang cukup kuat.
Tim penyelamat segera menerima laporan darurat dan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi yang ketat untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa yang sempat menyita perhatian pengguna jasa penyeberangan ini.
Langkah Keselamatan dan Pemeriksaan Teknis
Otoritas pelabuhan menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Setelah seluruh penumpang dipindahkan ke kapal penolong, fokus dialihkan pada penarikan badan kapal menuju dermaga terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Standar operasional prosedur dijalankan secara ketat selama evakuasi berlangsung.
Kejadian ini kembali menekankan pentingnya perawatan armada transportasi laut secara berkala. Hal ini serupa dengan upaya sektor lain yang terus meningkatkan tata kelola dan sistem keamanan, seperti yang dilaporkan pada Bank Mandiri Perkuat Fondasi Tata Kelola Digital demi Keamanan Nasabah yang menjaga stabilitas layanan dari risiko teknis.
Kondisi di Selat Bali saat ini telah kembali kondusif setelah evakuasi selesai dilakukan. Pihak berwenang akan melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab pasti kerusakan mesin tersebut. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai berbagai isu terkini lainnya, kunjungi DKIJakarta.id.