Key Highlights
- Sebanyak 812 titik Base Transceiver Station (BTS) di delapan kabupaten wilayah NTT telah kembali beroperasi pasca-gempa.
- Proses pemulihan infrastruktur telekomunikasi dilakukan secara intensif oleh pihak kementerian bersama penyedia layanan.
- Akses komunikasi kini diprioritaskan untuk koordinasi penanganan bencana dan kebutuhan informasi darurat warga setempat.
Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi di Wilayah Terdampak
Layanan telekomunikasi di delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berangsur normal. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat bahwa seluruh perangkat pendukung yang sempat mengalami gangguan akibat guncangan gempa telah berhasil diperbaiki.
Total 812 titik BTS yang sebelumnya mengalami kendala teknis kini telah aktif kembali. Tim lapangan bekerja secara simultan untuk memastikan aliran sinyal tidak terputus, mengingat pentingnya akses informasi dalam situasi darurat bencana.
Langkah Strategis Pemulihan Jaringan
Gangguan telekomunikasi sempat menjadi tantangan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya evakuasi. Kendala utama meliputi pemadaman listrik yang berimbas pada pasokan daya BTS serta kerusakan fisik pada menara akibat intensitas gempa.
Pemerintah berfokus pada penguatan redundansi jaringan agar ke depannya infrastruktur lebih tangguh terhadap bencana alam serupa. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas konektivitas digital di seluruh pelosok negeri, mirip dengan upaya peningkatan Konektivitas Bandara: Tarif Transjabodetabek Blok M - Soekarno-Hatta Dipatok Rp 15 Ribu yang terus dioptimalkan.
FAQ
Apa saja kabupaten yang menjadi fokus utama pemulihan BTS di NTT?
Fokus pemulihan mencakup delapan kabupaten di NTT yang paling terdampak oleh guncangan gempa, di mana infrastruktur telekomunikasi sempat terputus total.
Apakah akses internet sudah stabil di lokasi terdampak?
Secara umum, akses internet telah pulih kembali di 812 titik BTS yang telah diperbaiki, sehingga masyarakat sudah dapat kembali berkomunikasi dan mengakses informasi terkini. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.