Key Highlights
- Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diarahkan untuk kesejahteraan rakyat, bukan alat hegemoni.
- Pentingnya membangun kemandirian riset di tengah persaingan teknologi antarnegara maju.
- Iptek sebagai instrumen untuk menjaga kedaulatan dan martabat bangsa di kancah internasional.
Pesan Kedaulatan di Balik Kemajuan Teknologi
Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya sikap kritis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di era modern. Menurutnya, kemajuan inovasi yang pesat tidak boleh hanya dimanfaatkan oleh segelintir negara untuk menekan atau mendominasi negara lain.
Pandangan ini disampaikan dalam konteks memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah arus globalisasi. Megawati menilai bahwa penguasaan teknologi adalah syarat mutlak bagi sebuah bangsa untuk berdiri tegak di atas kaki sendiri. Kedaulatan teknologi dianggap sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks.
Inovasi Berbasis Kemanusiaan
Pengembangan teknologi seharusnya tidak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Megawati berharap agar para akademisi dan peneliti di Tanah Air terus melakukan terobosan yang relevan dengan kebutuhan domestik. Keahlian di bidang sains, seperti halnya jejak prestasi Jejak Prestasi Damar Wicaksono, Putra Dono Warkop yang Memilih Jalur Ilmuwan Nuklir, menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing jika diberikan ruang yang tepat.
Kemandirian riset menjadi kunci agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar negeri. Penguatan kebijakan iptek nasional diharapkan mampu melahirkan solusi atas permasalahan energi, pangan, hingga kesehatan yang selama ini masih menjadi beban bagi masyarakat luas.
Dengan fokus pada pengembangan kapasitas internal, Indonesia diharapkan mampu memposisikan diri sebagai pemain utama dalam peta sains dunia. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.