Key Highlights
- Mendagri mendorong pemerintah daerah untuk menggratiskan layanan dokumen kependudukan pasca-gempa.
- Kebijakan ini bertujuan meringankan beban ekonomi warga yang terdampak bencana.
- Integrasi data kependudukan diprioritaskan agar bantuan sosial dapat tersalurkan dengan akurat.
Mempermudah Administrasi Warga Terdampak
Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan instruksi tegas kepada pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait pemulihan pasca-gempa. Fokus utama kebijakan ini adalah pembebasan biaya pengurusan dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana alam.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap warga negara memiliki identitas yang sah tanpa terhambat masalah administratif. Dokumen seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran merupakan syarat mutlak bagi warga untuk mengakses berbagai fasilitas bantuan pemerintah maupun perbankan di masa depan.
Optimalisasi Layanan di Lapangan
Pemerintah daerah diminta untuk segera membuka posko layanan jemput bola di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan guna memangkas jarak tempuh warga yang kesulitan menjangkau kantor dinas kependudukan dan catatan sipil setempat.
Selain membebaskan biaya, pemerintah pusat menjamin bahwa proses pencetakan dokumen duplikat akan diprioritaskan. Ketepatan data kependudukan sangat krusial, terutama saat pemerintah menyalurkan bantuan dana tunai untuk renovasi rumah yang terdampak bencana. Upaya pemulihan di sektor publik ini berjalan beriringan dengan sektor lainnya, seperti dedikasi pemerintah dalam memantau Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Bukukan Laba Bersih Rp2,30 Triliun dalam mengelola santunan bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.