Key Highlights
- PDIP menjadikan peringatan Hari ASI Internasional sebagai momentum autokritik terhadap elite kekuasaan.
- Pemberian ASI dipandang sebagai fondasi krusial dalam pembentukan kualitas generasi bangsa.
- Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya pemimpin yang berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil melalui kebijakan yang tepat.
Refleksi Politik di Balik Peringatan Hari ASI
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperingati Hari ASI Internasional dengan membawa narasi yang cukup tajam. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut momentum ini bukan sekadar seremoni kesehatan, melainkan bentuk autokritik terhadap watak kekuasaan di tingkat elite yang kerap abai terhadap nasib ibu dan anak.
Hasto menyoroti bahwa kualitas sumber daya manusia di masa depan sangat bergantung pada pemenuhan nutrisi sejak dini. Ia menekankan bahwa pemimpin harus memiliki kesadaran mendalam untuk memastikan ibu-ibu di pelosok negeri mendapatkan akses kemudahan dalam memberikan ASI eksklusif.
Menyoal Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat
Kritik yang dilontarkan menyasar pada bagaimana kebijakan publik sering kali tidak menyentuh akar permasalahan keluarga prasejahtera. Menurut pandangan partai, kekuasaan seharusnya digunakan untuk memberikan keberpihakan, bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi makro yang sering kali tidak terasa di meja makan masyarakat bawah.
Stabilitas kesejahteraan masyarakat memang menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup bangsa. Hal ini senada dengan kebutuhan akan stabilitas ekonomi nasional yang saat ini juga sedang menjadi perhatian publik, sebagaimana tercermin dalam dinamika pasar modal saat ini, simak laporan mendalamnya di IHSG Berjalan di Tempat: Pasar Menanti Kepastian Jabatan Gubernur BI.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya kebijakan pembangunan, ada hak-hak dasar generasi penerus yang harus dilindungi melalui langkah nyata para pengambil kebijakan. Ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.