Key Highlights

  • Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk LPG non-subsidi.
  • Penurunan harga Bright Gas berlaku efektif mulai 15 Agustus 2024.
  • Kebijakan ini diambil sebagai bentuk evaluasi rutin terhadap tren harga minyak mentah dan nilai tukar mata uang.

Detail Penyesuaian Harga Bright Gas

PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan kebijakan penurunan harga untuk produk LPG non-subsidi, yakni Bright Gas, per tanggal 15 Agustus 2024. Langkah ini diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi berkala terhadap dinamika harga pasar energi global.

Penyesuaian harga ini mencakup berbagai varian ukuran Bright Gas yang tersedia bagi masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keringanan biaya operasional rumah tangga maupun pelaku usaha yang mengandalkan bahan bakar gas non-subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Evaluasi Harga dan Dampaknya

Manajemen Pertamina menegaskan bahwa penetapan harga LPG non-subsidi mengacu pada tren harga publikasi Contract Price Aramco (CPA) serta nilai tukar mata uang rupiah. Penurunan harga ini merefleksikan tren penurunan harga energi di pasar internasional yang berdampak positif pada biaya produksi dan distribusi.

Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa harga terbaru melalui kanal resmi atau aplikasi MyPertamina agar mendapatkan informasi yang akurat di setiap wilayah. Langkah ini serupa dengan upaya manajemen risiko yang dilakukan sektor energi lainnya, termasuk dalam hal PGN Pastikan Aliran Gas di Grand Polonia Medan Tetap Disetop Pasca Ledakan guna menjaga standar keamanan dan pelayanan bagi publik.

FAQ

Apakah penurunan harga ini berlaku untuk LPG 3 Kg bersubsidi?
Tidak, penurunan harga ini hanya berlaku untuk produk LPG non-subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg, sedangkan harga LPG 3 kg tetap mengacu pada regulasi pemerintah.

Di mana saya bisa mengecek harga terbaru di wilayah saya?
Informasi harga terbaru dapat diakses melalui website resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina yang memuat detail penyesuaian di tingkat agen resmi. Kunjungi DKIJakarta.id untuk mengikuti perkembangan berita ekonomi dan energi terkini lainnya.