Key Highlights

  • Wakil Rektor Unsoed diduga menerima uang Rp650 juta sebagai janji meloloskan calon mahasiswa kedokteran.
  • Korban tidak kunjung diterima masuk perguruan tinggi meski pembayaran telah dilakukan sepenuhnya.
  • Kasus ini memicu pengawasan ketat terhadap transparansi seleksi mandiri di berbagai universitas.

Dugaan Praktik Percaloan di Kampus

Dunia pendidikan tinggi kembali tercoreng oleh dugaan praktik suap yang melibatkan oknum petinggi universitas. Seorang Wakil Rektor di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dilaporkan ke pihak berwajib karena diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan jalur masuk kedokteran. Korban disebut telah menyetorkan uang hingga Rp650 juta agar anaknya dapat menempuh pendidikan dokter di universitas tersebut.

Modus Operandi dan Kerugian Korban

Janji manis oknum tersebut ternyata tidak berbanding lurus dengan hasil akhir seleksi. Meskipun dana ratusan juta rupiah telah diserahkan, nama calon mahasiswa yang bersangkutan tidak pernah muncul dalam daftar peserta yang diterima. Situasi ini memicu kemarahan pihak keluarga yang merasa telah menjadi korban manipulasi kebijakan penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian untuk mendalami adanya jaringan percaloan yang lebih luas.

Refleksi Sistem Seleksi Mahasiswa

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap tawaran jalur 'belakang' yang menjanjikan kelulusan instan. Integritas dunia akademik harus dijaga agar proses rekrutmen mahasiswa baru tetap berbasis kompetensi murni, bukan berdasarkan kekuatan finansial. Di tengah isu integritas institusi, publik juga menyoroti berbagai isu nasional lainnya, termasuk Isu Surpres Pergantian Kapolri Mencuat, Pakar Sebut Ada Upaya Adu Domba yang kini sedang menjadi perbincangan luas di tanah air.

?️ Share Your Opinion!

Menurut Anda, langkah tegas apa yang harus diambil universitas untuk mencegah terjadinya praktik percaloan dalam seleksi mahasiswa baru ke depannya? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti perkembangan kasus ini dan berita nasional lainnya dengan rutin mengakses DKIJakarta.id.