Key Highlights
- Tim gabungan mengoperasikan drone water spray untuk menjangkau titik api di medan sulit Gunung Bromo.
- Penggunaan teknologi ini menjadi solusi efektif mengingat topografi kawasan taman nasional yang berbukit dan curam.
- Fokus utama operasi adalah melokalisasi api agar tidak menjalar ke area vegetasi yang lebih luas.
Strategi Pemadaman Berbasis Teknologi
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus diintensifkan. Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, serta relawan masyarakat setempat memanfaatkan teknologi drone untuk mempercepat proses pendinginan lahan.
Drone jenis water spray dipilih karena kemampuannya menjangkau medan yang tidak dapat dilalui oleh personel darat. Dengan kapasitas angkut air yang terukur, pesawat nirawak ini menyasar titik-titik api yang masih menyisakan kepulan asap di area tebing.
Kolaborasi Multi-Sektor
Koordinasi di lapangan dilakukan dengan sangat ketat untuk memastikan keselamatan personel serta efektivitas penyiraman. Selain melalui udara, tim di darat tetap melakukan penyekatan api secara manual dengan membuat parit pembatas. Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serupa dengan upaya Dorong Ekonomi dan Kesehatan, Pertamina JBB Optimalkan Pemanfaatan Tenaga Surya dalam mendukung keberlanjutan sumber daya alam.
Hingga saat ini, luas area yang terdampak masih terus didata oleh otoritas terkait. Petugas mengimbau wisatawan maupun masyarakat lokal untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di area kering selama musim kemarau ekstrem.
Situasi di lapangan kini mulai terkendali meski pengawasan tetap dilakukan selama 24 jam penuh. Pastikan Anda selalu memantau perkembangan terkini mengenai peristiwa di wilayah sekitar dengan mengunjungi DKIJakarta.id secara berkala.