Key Highlights
- Ritual Usaba Sri menjadi agenda rutin masyarakat agraris di Karangasem setiap musim panen.
- Upacara ini melibatkan persembahan hasil bumi sebagai simbol terima kasih kepada Tuhan.
- Kegiatan adat ini turut memperkuat ikatan sosial antar petani di wilayah setempat.
Melestarikan Warisan Leluhur di Tengah Modernisasi
Lahan persawahan di Kabupaten Karangasem kembali semarak dengan rangkaian upacara adat Usaba Sri. Tradisi ini dilaksanakan oleh para petani sebagai wujud syukur atas hasil panen padi yang melimpah setelah melewati masa tanam yang penuh tantangan.
Para petani membawa berbagai hasil bumi ke pura desa sebagai bentuk persembahan suci. Suasana khidmat terasa saat tokoh adat memimpin doa bersama, memohon keberkahan agar tanah pertanian tetap subur untuk masa tanam berikutnya.
Tantangan Iklim dan Semangat Gotong Royong
Pelaksanaan ritual tahun ini terasa lebih bermakna bagi warga. Mengingat kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, keberhasilan panen menjadi berkah yang sangat disyukuri. Sebelumnya, pihak BMKG sempat mengeluarkan BMKG Beri Peringatan Dini: El Nino Menguat, Waspada Dampak Kekeringan hingga Awal Agustus 2026, yang membuat para petani lebih waspada dalam mengelola irigasi.
Gotong royong menjadi pilar utama dalam menyukseskan gelaran adat ini. Seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif, mulai dari penyiapan sesajen hingga prosesi arak-arakan hasil bumi. Semangat kebersamaan inilah yang terus dijaga agar kearifan lokal tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.
Kiprah para petani di Karangasem dalam menjaga tradisi ini menjadi bukti bahwa modernitas tidak harus menggerus nilai-nilai budaya asli. Simak terus informasi mengenai perkembangan budaya dan peristiwa terkini lainnya hanya di DKIJakarta.id.