Bahlil Lahadalia Godok Insentif Pajak Baru untuk Genjot Proyek Geothermal RI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana berikan insentif pajak untuk percepat investasi proyek geothermal guna dukung transisi energi bersih di Indonesia.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 3, 2026 schedule 12:00 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Bahlil Lahadalia Godok Insentif Pajak Baru untuk Genjot Proyek Geothermal RI
“Bahlil Lahadalia Godok Insentif Pajak Baru untuk Genjot Proyek Geothermal RI”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/ba3ec1
3 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/ba3ec1
Copied
Bahlil Lahadalia Godok Insentif Pajak Baru untuk Genjot Proyek Geothermal RI
Image via Pexels - Bahlil Lahadalia Godok Insentif Pajak Baru untuk Genjot Proyek Geothermal RI

Key Highlights

  • Pemerintah tengah menyusun skema insentif pajak untuk menarik investor ke sektor panas bumi.
  • Langkah ini menjadi prioritas dalam mengakselerasi target bauran energi baru terbarukan.
  • Tantangan biaya eksplorasi tinggi menjadi alasan utama perlunya dukungan fiskal dari negara.

Akselerasi Investasi Energi Bersih

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan potensi panas bumi atau geothermal di Indonesia. Saat ini, skema pemberian insentif pajak sedang dimatangkan untuk mengurangi beban biaya yang dihadapi para pengembang proyek di lapangan.

Sektor panas bumi dikenal memiliki karakteristik risiko tinggi dengan biaya eksplorasi awal yang sangat besar. Tanpa dukungan fiskal yang memadai, banyak investor cenderung menahan diri untuk melakukan pengeboran di wilayah kerja yang memiliki medan sulit.

Strategi Menarik Minat Investor

Insentif pajak yang direncanakan mencakup pemotongan tarif pajak penghasilan serta kemudahan impor peralatan pendukung teknologi geothermal. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif dibandingkan dengan sumber energi fosil lainnya. Pemerintah ingin memastikan bahwa pemanfaatan potensi panas bumi nasional tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera memberikan kontribusi nyata bagi kelistrikan nasional.

Upaya ini selaras dengan tren transisi energi yang tengah digencarkan oleh berbagai sektor industri untuk mencapai target net zero emission pada tahun 2060. Selain investasi energi, pemerintah juga memantau stabilitas ekonomi pendukung lainnya, seperti penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Turun Per Agustus 2026, Simak Daftar Lengkapnya yang berpengaruh pada biaya operasional di berbagai sektor.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Pihak kementerian terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan guna memastikan skema insentif ini tepat sasaran tanpa mengganggu neraca fiskal negara. Kejelasan regulasi menjadi kunci utama bagi pelaku usaha untuk segera mengeksekusi proyek yang tertunda.

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur energi memang memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah juga terus menjaga ketertiban umum di wilayah operasional proyek agar kegiatan investasi tetap kondusif, mirip dengan upaya pengamanan yang diterapkan pada acara besar seperti Polda Metro Jaya Siapkan Strategi Pengamanan Nobar Final Piala Dunia 2026.

?️ Share Your Opinion!

Menurut Anda, apakah pemberian insentif pajak merupakan solusi paling efektif untuk mempercepat pengembangan geothermal di Indonesia dibandingkan dengan penyederhanaan birokrasi perizinan? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai kebijakan energi nasional, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu