Bahlil Lahadalia Ungkap Kebutuhan Investasi Rp1.140 Triliun untuk Proyek PLTS 100 GW

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pembangunan PLTS kapasitas 100 GW memerlukan investasi sebesar Rp1.140 triliun untuk mendukung transisi energi hijau.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 18, 2026 schedule 11:00 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Bahlil Lahadalia Ungkap Kebutuhan Investasi Rp1.140 Triliun untuk Proyek PLTS 100 GW
“Bahlil Lahadalia Ungkap Kebutuhan Investasi Rp1.140 Triliun untuk Proyek PLTS 100 GW”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/a1a6b8
18 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/a1a6b8
Copied
Bahlil Lahadalia Ungkap Kebutuhan Investasi Rp1.140 Triliun untuk Proyek PLTS 100 GW
Image via Pexels - Bahlil Lahadalia Ungkap Kebutuhan Investasi Rp1.140 Triliun untuk Proyek PLTS 100 GW

Key Highlights

  • Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total mencapai 100 Gigawatt (GW).
  • Estimasi kebutuhan pendanaan untuk proyek strategis ini mencapai Rp1.140 triliun.
  • Proyek ini menjadi bagian dari upaya akselerasi transisi energi bersih di Indonesia menuju net zero emission.

Rencana Strategis Transisi Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi memaparkan proyeksi kebutuhan investasi besar untuk mendukung target bauran energi nasional. Pemerintah berencana membangun infrastruktur pembangkit listrik berbasis tenaga surya berskala masif dengan total kapasitas mencapai 100 GW dalam kurun waktu mendatang.

Angka investasi yang mencapai Rp1.140 triliun tersebut mencerminkan komitmen serius pemerintah dalam memangkas ketergantungan pada energi fosil. Bahlil menjelaskan bahwa skema pendanaan akan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk partisipasi dari pihak swasta dan lembaga pendanaan internasional yang fokus pada isu perubahan iklim.

Tantangan dan Infrastruktur Pendukung

Pembangunan PLTS 100 GW tentu bukan perkara mudah. Selain aspek pembiayaan, pemerintah harus memikirkan penguatan jaringan transmisi listrik agar energi yang dihasilkan dapat tersalurkan dengan efisien ke seluruh pelosok tanah air. Ketersediaan lahan dan regulasi pendukung menjadi poin krusial yang saat ini tengah dimatangkan oleh kementerian terkait.

Langkah ini sejalan dengan ambisi global dalam menjaga stabilitas lingkungan. Di sisi lain, isu-isu sosial di lapangan sering kali memerlukan penanganan yang tepat agar proyek strategis nasional tidak terkendala, mirip dengan bagaimana Klarifikasi Debalang SAD Bukit 12 Terkait Isu Bawa Kabur Bayi: Kami Hanya Penengah menunjukkan pentingnya komunikasi dan kejernihan informasi dalam setiap kebijakan publik.

Pemerintah optimistis bahwa dengan peta jalan yang jelas, target 100 GW dapat terealisasi secara bertahap. Efisiensi biaya dan kemitraan strategis akan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan proyek ini di masa depan. Teruslah membaca DKIJakarta.id untuk informasi terbaru tentang perkembangan kebijakan energi nasional.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu