Sering Pusing Setelah Bangun Tidur? Kebiasaan Menunda Alarm Bisa Jadi Penyebab Utama

Sering merasa lemas dan pusing saat bangun pagi? Kebiasaan menunda alarm atau fitur snooze ternyata bisa mengganggu siklus tidur alami tubuh Anda.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 10, 2026 schedule 11:45 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Sering Pusing Setelah Bangun Tidur? Kebiasaan Menunda Alarm Bisa Jadi Penyebab Utama
“Sering Pusing Setelah Bangun Tidur? Kebiasaan Menunda Alarm Bisa Jadi Penyebab Utama”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/6bb1d1
10 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/6bb1d1
Copied
Sering Pusing Setelah Bangun Tidur? Kebiasaan Menunda Alarm Bisa Jadi Penyebab Utama
Image via Pexels - Sering Pusing Setelah Bangun Tidur? Kebiasaan Menunda Alarm Bisa Jadi Penyebab Utama

Key Highlights

  • Kebiasaan menekan tombol 'snooze' memicu siklus tidur terputus yang menurunkan kualitas istirahat.
  • Inersia tidur menjadi penyebab utama rasa pusing dan disorientasi setelah bangun tidur.
  • Konsistensi waktu bangun jauh lebih efektif untuk kebugaran dibandingkan durasi tidur yang tidak teratur.

Mengapa Menunda Alarm Itu Berbahaya?

Banyak orang mengandalkan fitur tunda atau snooze pada ponsel mereka sebagai cara untuk mendapatkan waktu tambahan. Namun, tidur selama 5 hingga 10 menit setelah alarm pertama justru membuat tubuh terjebak dalam siklus tidur baru yang tidak selesai.

Ketika alarm kedua berbunyi, otak sering kali berada dalam fase tidur nyenyak. Hasilnya, seseorang justru merasa lebih pening dan bingung dibandingkan jika langsung bangun saat alarm pertama berbunyi. Fenomena ini dikenal dengan istilah inersia tidur.

? Did You Know? Inersia tidur adalah kondisi transisi antara tidur dan terjaga yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif sementara, yang bisa berlangsung antara 15 hingga 60 menit setelah Anda membuka mata.

Dampak pada Produktivitas Harian

Rasa lemas yang berkepanjangan di pagi hari dapat mengganggu produktivitas sepanjang hari. Tubuh yang mengalami inersia tidur membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai kewaspadaan penuh. Hal ini sering membuat seseorang sulit berkonsentrasi pada tugas-tugas awal saat bekerja atau beraktivitas.

Jika Anda merasa pola tidur Anda masih berantakan, mungkin ada baiknya mulai memperbaiki kebiasaan sebelum memulai aktivitas yang lebih padat, seperti GIIAS 2026: Lebih dari 500 Pengunjung Antusias Jajal Kendaraan Terbaru yang memerlukan stamina tinggi. Mengatur waktu tidur yang konsisten setiap malam tetap menjadi solusi terbaik untuk menghindari ketergantungan pada tombol alarm.

Tips Memperbaiki Kualitas Bangun Pagi

Langkah sederhana dapat dilakukan untuk menghindari rasa pusing di pagi hari. Letakkan perangkat alarm atau ponsel jauh dari jangkauan tangan agar Anda terpaksa beranjak dari tempat tidur. Paparan cahaya alami setelah bangun tidur juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh agar lebih cepat terjaga.

Prioritaskan kualitas tidur di malam hari dengan membatasi penggunaan layar gadget sesaat sebelum tidur. Dengan menjaga siklus alami tubuh, kebutuhan akan tombol tunda akan berkurang secara perlahan. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk mendapatkan tips kesehatan terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu