Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Angka 4,9 hingga 5,7 Persen pada Akhir 2026

Bank Indonesia optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen pada sisa tahun 2026 didorong konsumsi domestik dan investasi.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 1, 2026 schedule 6:30 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Angka 4,9 hingga 5,7 Persen pada Akhir 2026
“Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Angka 4,9 hingga 5,7 Persen pada Akhir 2026”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/7774d1
1 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/7774d1
Copied
Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Angka 4,9 hingga 5,7 Persen pada Akhir 2026
Image via Pexels - Bank Indonesia Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Angka 4,9 hingga 5,7 Persen pada Akhir 2026

Key Highlights

  • Bank Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di rentang 4,9 hingga 5,7 persen untuk sisa periode tahun 2026.
  • Stabilitas permintaan domestik dan kelanjutan proyek investasi strategis menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Sinergi kebijakan moneter dan fiskal tetap diperkuat untuk memitigasi risiko ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi.

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bank Indonesia secara resmi merilis pandangan terbaru terkait kondisi ekonomi Indonesia. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dipatok pada angka 4,9 hingga 5,7 persen untuk sisa tahun 2026. Angka ini mencerminkan optimisme otoritas moneter terhadap resiliensi pasar dalam negeri menghadapi tantangan global.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar bagi produk domestik bruto. Daya beli masyarakat yang terjaga, ditambah dengan dukungan penyaluran kredit perbankan, dipandang mampu menjaga momentum pertumbuhan tetap positif di tengah fluktuasi harga komoditas internasional.

? Did You Know? Bank Indonesia secara berkala melakukan evaluasi kebijakan suku bunga untuk memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing utama, yang berdampak langsung pada biaya impor dan inflasi domestik.

Sinergi Kebijakan dan Stabilitas Moneter

Pemerintah bersama Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas makroekonomi melalui kebijakan yang terukur. Fokus utama diarahkan pada pengendalian inflasi agar tetap berada dalam koridor sasaran, sehingga ruang bagi pertumbuhan ekonomi tetap tersedia secara berkelanjutan.

Di sektor lain, upaya penguatan ekosistem industri nasional juga terus digencarkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Langkah ini mencakup standardisasi kualitas produk ekspor, seperti yang terlihat dalam DJKI Tinjau Kualitas Pengolahan Kopi Robusta Rinjani, Dorong Peningkatan Standar Indikasi Geografis guna memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan tanah air.

Ke depan, kebijakan moneter akan tetap diarahkan secara pro-stabilitas dan pro-pertumbuhan. Koordinasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku bisnis. Ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu