Haedar Nashir Tegaskan Pers Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Era Disrupsi Digital

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menekankan peran krusial pers sebagai penjaga kebenaran di tengah maraknya arus disrupsi media sosial.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 7, 2026 schedule 11:45 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Haedar Nashir Tegaskan Pers Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Era Disrupsi Digital
“Haedar Nashir Tegaskan Pers Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Era Disrupsi Digital”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/11fdf1
7 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/11fdf1
Copied
Haedar Nashir Tegaskan Pers Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Era Disrupsi Digital
Image via Pexels - Haedar Nashir Tegaskan Pers Harus Jadi Penjaga Kebenaran di Era Disrupsi Digital

Key Highlights

  • Pers memegang peran vital sebagai filter di tengah banjir informasi media sosial.
  • Tanggung jawab moral wartawan diperlukan untuk menjaga objektivitas publik.
  • Integritas menjadi fondasi utama dalam melawan penyebaran hoaks dan disinformasi.

Tantangan Pers di Era Digital

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia jurnalistik saat ini. Di tengah laju disrupsi media sosial yang begitu masif, pers dituntut untuk tidak sekadar mengejar kecepatan berita, melainkan tetap memegang teguh fungsi utamanya sebagai penjaga kebenaran.

Menurutnya, fenomena algoritma media sosial seringkali menciptakan ruang gema yang menjauhkan masyarakat dari objektivitas. Tanpa adanya verifikasi yang ketat, informasi yang beredar di platform digital berpotensi memicu polarisasi di tengah masyarakat luas. Hal ini menuntut kehadiran jurnalisme profesional yang mampu menyajikan fakta secara mendalam dan berimbang.

Menjaga Marwah Kode Etik

Etika jurnalistik kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga kepercayaan publik. Haedar Nashir menekankan bahwa institusi pers harus mampu membedakan antara informasi yang layak konsumsi dengan konten yang sekadar sensasional. Kedewasaan dalam mengolah data menjadi kunci agar narasi yang dibangun tidak menyesatkan pembaca.

Peran pers yang ideal adalah menjadi penyeimbang di tengah keriuhan media digital. Di saat banyak pihak lebih mementingkan narasi yang memancing perhatian, media arus utama justru diharapkan mampu menghadirkan kedalaman analisis yang edukatif bagi generasi muda, selaras dengan semangat literasi seperti yang diperjuangkan dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Fokus Pemerintah pada Ruang Aman dan Inklusif bagi Generasi Emas agar mereka tidak terpapar konten negatif.

Transformasi di Sektor Lain

Dunia informasi bukanlah satu-satunya sektor yang mengalami perubahan cepat akibat disrupsi teknologi. Fenomena serupa juga terjadi di berbagai lini industri, mulai dari upaya pemerintah dalam memperkuat riset ekonomi lewat Dorong Hilirisasi, BPDPKS Intensifkan Riset Minyak Makan Merah Bernilai Tambah, hingga dinamika pasar otomotif nasional. Keterbukaan informasi yang akurat tetap menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang tersebut.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana menurut Anda mengenai peran media arus utama dalam menyaring informasi di tengah gempuran konten media sosial saat ini? Apakah Anda masih menjadikan media berita sebagai referensi utama? Tulis pendapat Anda di kolom komentar.

Ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu