Fenomena Ikan Oar Terpantau di Lombok: Mitos 'Ikan Kiamat' dan Penjelasan Ilmiah

Warga Lombok digegerkan dengan penemuan ikan Oar di Pink Beach. Benarkah pertanda bencana atau sekadar fenomena alam biasa? Simak ulasan lengkapnya.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 19, 2026 schedule 3:15 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Fenomena Ikan Oar Terpantau di Lombok: Mitos 'Ikan Kiamat' dan Penjelasan Ilmiah
“Fenomena Ikan Oar Terpantau di Lombok: Mitos 'Ikan Kiamat' dan Penjelasan Ilmiah”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/07819e
19 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/07819e
Copied
Fenomena Ikan Oar Terpantau di Lombok: Mitos 'Ikan Kiamat' dan Penjelasan Ilmiah
Image via Pexels - Fenomena Ikan Oar Terpantau di Lombok: Mitos 'Ikan Kiamat' dan Penjelasan Ilmiah

Key Highlights

  • Seekor ikan Oar ditemukan terdampar di pesisir Pink Beach, Lombok Timur.
  • Spesies ini sering dijuluki 'ikan kiamat' karena mitos yang beredar di masyarakat.
  • Para ahli kelautan memberikan penjelasan saintifik mengenai perilaku ikan laut dalam ini.

Kehebohan di Pesisir Pink Beach

Masyarakat di sekitar kawasan wisata Pink Beach, Lombok Timur, mendadak geger setelah menemukan seekor ikan berukuran raksasa dengan bentuk yang tidak lazim. Ikan tersebut teridentifikasi sebagai ikan Oar, atau yang secara ilmiah dikenal dengan nama Regalecus glesne. Penemuan ini langsung memicu perhatian warga lokal dan wisatawan yang sedang berada di lokasi.

Kondisi ikan yang ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di bibir pantai. Kejadian langka ini sempat diabadikan oleh beberapa saksi mata melalui ponsel pintar mereka sebelum akhirnya tersebar luas di berbagai platform media sosial, menciptakan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Antara Mitos dan Fakta Ilmiah

Sebutan 'ikan kiamat' melekat pada spesies ini karena sebuah kepercayaan turun-temurun di Jepang. Masyarakat setempat meyakini bahwa kemunculan ikan Oar ke permukaan laut adalah tanda akan terjadinya gempa bumi besar atau tsunami. Ikan ini memang merupakan penghuni laut dalam yang jarang sekali terlihat oleh manusia di perairan dangkal.

Namun, para peneliti kelautan memiliki pandangan berbeda terkait fenomena ini. Menurut pengamat lingkungan, terdamparnya ikan Oar lebih sering disebabkan oleh perubahan arus bawah laut yang kuat, penyakit, atau hilangnya orientasi arah akibat kondisi fisik ikan yang sedang melemah. Tidak ada bukti empiris yang mengaitkan kemunculan ikan ini secara langsung dengan bencana alam geologis.

Proses Identifikasi Lebih Lanjut

Otoritas kelautan setempat segera melakukan observasi terhadap spesimen tersebut untuk memahami penyebab pasti mengapa ikan laut dalam ini bisa mencapai pesisir pantai. Mengingat Pink Beach adalah kawasan konservasi, penanganan terhadap bangkai satwa laut dilakukan sesuai prosedur agar tidak mengganggu ekosistem setempat.

Peristiwa unik ini memang menarik perhatian besar, mirip dengan bagaimana publik juga menyoroti berbagai isu menarik lainnya seperti Megahnya Halftime Show Piala Dunia 2026 yang saat ini tengah dinantikan banyak orang. Informasi ini diharapkan dapat meredam kepanikan warga yang sempat mengaitkan penemuan ikan tersebut dengan peristiwa supranatural.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena terdamparnya ikan langka ini? Apakah Anda mempercayai mitos yang beredar atau lebih memilih penjelasan sains? Sampaikan opini Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai peristiwa lingkungan dan berita terkini lainnya.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu