Inovasi Pisang Danor: Strategi Surabaya Pangkas Volume Sampah dan Biaya TPA

Surabaya perkenalkan program Pisang Danor untuk menekan volume sampah organik di TPA sekaligus menekan biaya operasional kota secara signifikan.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 9, 2026 schedule 3:15 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Inovasi Pisang Danor: Strategi Surabaya Pangkas Volume Sampah dan Biaya TPA
“Inovasi Pisang Danor: Strategi Surabaya Pangkas Volume Sampah dan Biaya TPA”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/febde7
9 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/febde7
Copied
Inovasi Pisang Danor: Strategi Surabaya Pangkas Volume Sampah dan Biaya TPA
Image via Pexels - Inovasi Pisang Danor: Strategi Surabaya Pangkas Volume Sampah dan Biaya TPA

Key Highlights

  • Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan program Pisang Danor untuk pengelolaan sampah organik secara mandiri.
  • Inisiatif ini bertujuan mengurangi beban volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.
  • Program ini diharapkan mampu menurunkan biaya operasional pengangkutan sampah yang selama ini membebani APBD.

Mengubah Paradigma Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota Surabaya terus mencari cara kreatif untuk mengatasi persoalan limbah perkotaan. Melalui program yang dikenal sebagai Pisang Danor, fokus utama diarahkan pada pengolahan sampah organik dari sumbernya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sampah tidak sekadar menumpuk di TPA tanpa ada upaya pemilahan yang memadai.

Program ini melibatkan partisipasi aktif warga dalam memisahkan limbah dapur. Dengan sistem yang terintegrasi, sampah organik diolah menjadi produk bernilai guna, sehingga volume residu yang harus diangkut ke TPA Benowo berkurang secara signifikan. Pengurangan beban ini secara langsung berdampak pada efisiensi biaya operasional yang selama ini cukup besar.

Efisiensi Biaya dan Keberlanjutan Lingkungan

Selain menekan volume sampah, program ini menjadi langkah preventif terhadap degradasi lingkungan. Penurunan ketergantungan pada TPA merupakan salah satu target utama untuk menciptakan ekosistem kota yang lebih bersih. Pemerintah setempat menargetkan seluruh kecamatan dapat mengadopsi model serupa dalam waktu dekat agar dampak positifnya lebih terasa luas.

Keberhasilan pengelolaan limbah di tingkat lokal menjadi cerminan dari kesadaran kolektif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meski tantangan tetap ada, keterlibatan komunitas menjadi kunci utama dalam keberlangsungan inisiatif ini. Upaya serupa juga terlihat pada kebijakan publik lainnya, seperti dalam Respons Surya Paloh dan Harapan PAN Terhadap Integritas Pemilu yang Sportif yang menekankan pentingnya komitmen bersama dalam isu kemasyarakatan.

?️ Share Your Opinion!

Apakah menurut Anda program berbasis komunitas seperti Pisang Danor ini bisa diterapkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia untuk mengatasi krisis sampah? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai inisiatif lingkungan dan kebijakan publik lainnya di tanah air.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu