Kalender Bali Selasa 25 Agustus: Panduan Baik Menebang Kayu hingga Menangkal Guna-guna

Simak panduan Kalender Bali untuk Selasa, 25 Agustus. Hari ini dianggap baik untuk aktivitas menebang kayu hingga ritual menangkal guna-guna.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 17, 2026 schedule 4:15 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kalender Bali Selasa 25 Agustus: Panduan Baik Menebang Kayu hingga Menangkal Guna-guna
“Kalender Bali Selasa 25 Agustus: Panduan Baik Menebang Kayu hingga Menangkal Guna-guna”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/982d45
17 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/982d45
Copied
Kalender Bali Selasa 25 Agustus: Panduan Baik Menebang Kayu hingga Menangkal Guna-guna
Image via Pexels - Kalender Bali Selasa 25 Agustus: Panduan Baik Menebang Kayu hingga Menangkal Guna-guna

Key Highlights

  • Hari Selasa, 25 Agustus dalam kalender Bali dipercaya memiliki energi spesifik untuk pekerjaan konstruksi kayu.
  • Masyarakat Hindu di Bali memanfaatkan momentum ini untuk kegiatan perlindungan diri dari energi negatif.
  • Pemahaman terhadap perhitungan ala ayuning dewasa penting untuk menyeimbangkan aktivitas sehari-hari dengan tradisi leluhur.

Makna Hari Selasa dalam Tradisi Kalender Bali

Bagi masyarakat yang memegang teguh tradisi, kalender Bali menjadi kompas dalam menentukan hari baik untuk melakukan berbagai kegiatan. Selasa, 25 Agustus, dianggap sebagai momen yang cukup unik. Dalam perhitungan tradisional, hari ini jatuh pada periode yang disarankan bagi mereka yang berencana melakukan penebangan kayu.

Penebangan kayu pada hari ini dipercaya akan memberikan material yang lebih awet dan terhindar dari gangguan rayap maupun pembusukan dini. Hal ini berkaitan dengan pengaruh siklus alam yang tertuang dalam pakem wariga, sebuah sistem pengetahuan kuno yang diwariskan turun-temurun di Pulau Dewata.

Ritual Penangkalan Energi Negatif

Selain aktivitas konstruksi, hari ini juga dinilai tepat untuk melakukan ritual atau upaya menangkal guna-guna serta energi negatif. Banyak praktisi budaya menyarankan agar hari Selasa dimanfaatkan untuk membersihkan rumah atau pekarangan dari pengaruh buruk yang tidak diinginkan.

Langkah preventif ini biasanya dilakukan dengan menghaturkan banten pejati atau sarana pembersihan diri sederhana. Fokus utamanya adalah menjaga harmoni spiritual di lingkungan hunian. Praktik ini menunjukkan bagaimana masyarakat tetap menjaga nilai kearifan lokal di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Pentingnya Keseimbangan dalam Aktivitas

Memahami perhitungan hari baik memang bukan sekadar sugesti, melainkan bentuk penghormatan terhadap alam semesta. Masyarakat tetap menjalankan rutinitas dengan prinsip keselarasan. Bagi warga yang tinggal di kawasan urban seperti Bekasi, nilai tradisi ini seringkali berpadu dengan aksi nyata kepedulian sosial, seperti yang terlihat pada Aksi Sosial di Bekasi: 12 Ribu Pakaian Layak Pakai Disalurkan untuk Warga Membutuhkan.

?️ Share Your Opinion!

Apakah Anda termasuk orang yang masih menggunakan kalender tradisional atau perhitungan 'dewasa ayu' dalam merencanakan aktivitas penting? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Teruslah membaca DKIJakarta.id untuk informasi terbaru tentang ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu