Kemenag Usulkan Biaya Haji 2027 Tembus Rp 107 Juta, Jemaah Hanya Bayar Rp 42,9 Juta

Kementerian Agama mengusulkan BPIH 2027 sebesar Rp 107 juta dengan beban biaya jemaah Rp 42,9 juta. Simak rincian skema pembiayaan ibadah haji mendatang.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 2, 2026 schedule 7:45 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kemenag Usulkan Biaya Haji 2027 Tembus Rp 107 Juta, Jemaah Hanya Bayar Rp 42,9 Juta
“Kemenag Usulkan Biaya Haji 2027 Tembus Rp 107 Juta, Jemaah Hanya Bayar Rp 42,9 Juta”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/6f1407
2 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/6f1407
Copied
Kemenag Usulkan Biaya Haji 2027 Tembus Rp 107 Juta, Jemaah Hanya Bayar Rp 42,9 Juta
Image via Pexels - Kemenag Usulkan Biaya Haji 2027 Tembus Rp 107 Juta, Jemaah Hanya Bayar Rp 42,9 Juta

Key Highlights

  • Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 diusulkan mencapai Rp 107 juta per jemaah.
  • Jemaah haji direncanakan hanya membayar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sebesar Rp 42,9 juta.
  • Selisih biaya akan ditutup melalui optimalisasi nilai manfaat dana kelolaan haji.

Usulan Biaya Haji Tahun 2027

Kementerian Agama resmi mengajukan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 2027. Dalam draf usulan yang disampaikan kepada DPR RI, angka BPIH dipatok pada kisaran Rp 107 juta per jemaah. Angka ini mencakup seluruh komponen operasional, mulai dari transportasi udara, akomodasi di Arab Saudi, hingga konsumsi selama masa ibadah.

Skema Pembiayaan untuk Jemaah

Meski angka BPIH menyentuh Rp 107 juta, pemerintah menekankan bahwa beban yang harus ditanggung oleh jemaah tetap terjaga. Jemaah haji hanya perlu membayar Bipih sebesar Rp 42,9 juta. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan ibadah haji bagi masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global.

Sisa biaya atau selisih antara BPIH dan Bipih akan disubsidi melalui dana nilai manfaat. Pengelolaan dana ini dilakukan secara profesional oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar keberlanjutan pendanaan haji di masa depan tetap terjamin. Stabilitas ekonomi memang menjadi perhatian utama, serupa dengan bagaimana pasar merespons IHSG Berhasil Melaju ke Zona Hijau, Investor Optimistis Tutup Sesi di Level 6.234 yang membutuhkan ketelitian dalam setiap keputusan fiskal.

Fokus pada Peningkatan Layanan

Pemerintah berencana mengalokasikan anggaran tersebut untuk meningkatkan kenyamanan jemaah di tanah suci. Peningkatan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fokus utama dalam negosiasi dengan pihak otoritas Arab Saudi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memastikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga negara Indonesia.

Diskusi mengenai biaya ini masih akan terus bergulir di parlemen sebelum disahkan secara resmi sebagai acuan operasional tahun 2027. Transparansi dalam pengelolaan anggaran haji menjadi poin yang selalu ditegaskan oleh berbagai pihak terkait, termasuk saat publik menyoroti kebijakan pemerintah seperti pada artikel Sudaryono Tegaskan Fokus Tugas: Pergantian Wamentan Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden yang menuntut profesionalisme di setiap lini kementerian. Untuk liputan berita yang lebih detail mengenai perkembangan kebijakan haji, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu