Kiai Sepuh Minta Muktamirin Jaga Marwah dan Hindari Perpecahan dalam Muktamar NU

Kiai sepuh serukan suasana damai dan beradab dalam perhelatan Muktamar NU demi menjaga marwah organisasi di tengah dinamika pemilihan pemimpin.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 23, 2026 schedule 6:30 AM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kiai Sepuh Minta Muktamirin Jaga Marwah dan Hindari Perpecahan dalam Muktamar NU
“Kiai Sepuh Minta Muktamirin Jaga Marwah dan Hindari Perpecahan dalam Muktamar NU”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/c754e3
23 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/c754e3
Copied
Kiai Sepuh Minta Muktamirin Jaga Marwah dan Hindari Perpecahan dalam Muktamar NU
Image via Pexels - Kiai Sepuh Minta Muktamirin Jaga Marwah dan Hindari Perpecahan dalam Muktamar NU

Key Highlights

  • Para kiai sepuh menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi selama perhelatan Muktamar NU berlangsung.
  • Peserta diingatkan untuk menghindari segala bentuk pertikaian yang dapat mencederai persatuan umat.
  • Muktamar diharapkan menjadi ajang konsolidasi visi untuk kemaslahatan bangsa ke depan.

Pesan Moral dari Para Ulama

Menjelang perhelatan besar Muktamar Nahdlatul Ulama, para kiai sepuh memberikan perhatian khusus terhadap dinamika yang terjadi di lapangan. Mereka menegaskan bahwa organisasi ini bukan sekadar panggung politik, melainkan wadah perjuangan umat yang harus dijaga martabatnya oleh setiap muktamirin.

Para tokoh agama menekankan agar seluruh pihak yang terlibat dalam perhelatan ini mengedepankan etika dan kesantunan. Perbedaan pandangan dalam proses pemilihan kepemimpinan dianggap sebagai hal yang lumrah, namun tidak boleh berujung pada perpecahan atau aksi yang melanggar nilai-nilai dasar organisasi.

Menjaga Marwah di Tengah Dinamika

Banyak kalangan menilai bahwa suksesi kepemimpinan sering kali memicu gesekan kepentingan yang tajam. Dalam konteks ini, kiai sepuh mengingatkan kembali pentingnya meneladani sikap para pendiri NU yang selalu mengedepankan musyawarah dan ukhuwah Islamiyah di atas ego sektoral.

Kondisi ini menuntut kedewasaan para peserta muktamar untuk tetap fokus pada agenda besar organisasi, yakni penguatan peran masyarakat sipil dan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional, yang dalam banyak kesempatan juga disoroti oleh pakar seperti dalam laporan Anomali Mundurnya Gubernur BI: Ekonom Bhima Yudhistira Soroti Dampak Ekonomi Nasional.

?️ Share Your Opinion!

Bagaimana menurut Anda mengenai pentingnya menjaga etika dalam ajang pemilihan pemimpin organisasi besar seperti Muktamar NU? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai jalannya Muktamar NU dan berita penting lainnya. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu