Kisah Penyelamatan Dramatis Naskah Proklamasi dari Tempat Sampah

Naskah asli Proklamasi kemerdekaan RI nyaris dibuang ke tempat sampah. Simak kronologi sejarah penyelamatan dokumen penting oleh BM Diah tersebut.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 14, 2026 schedule 7:00 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Kisah Penyelamatan Dramatis Naskah Proklamasi dari Tempat Sampah
“Kisah Penyelamatan Dramatis Naskah Proklamasi dari Tempat Sampah”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/2c93f6
14 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/2c93f6
Copied
Kisah Penyelamatan Dramatis Naskah Proklamasi dari Tempat Sampah
Image via Pexels - Kisah Penyelamatan Dramatis Naskah Proklamasi dari Tempat Sampah

Key Highlights

  • Naskah otentik Proklamasi nyaris berakhir di keranjang sampah setelah proses pengetikan selesai.
  • BM Diah menjadi sosok kunci yang menyelamatkan lembaran bersejarah tersebut dari kediaman Laksamana Maeda.
  • Dokumen tersebut sempat tersimpan selama puluhan tahun sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada negara.

Detik-Detik Penyelamatan Dokumen Bangsa

Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar deklarasi lisan, melainkan proses panjang yang melibatkan keberanian luar biasa. Salah satu fakta yang jarang diketahui khalayak umum adalah bagaimana lembaran naskah proklamasi tulisan tangan Soekarno hampir hilang ditelan zaman karena kelalaian teknis.

Sesaat setelah naskah tersebut disalin menjadi versi ketikan oleh Sayuti Melik di kediaman Laksamana Maeda, lembaran aslinya dianggap tidak lagi diperlukan. Naskah yang penuh dengan coretan dan revisi tersebut tergeletak begitu saja di atas meja, bahkan sempat dianggap sebagai kertas tidak terpakai yang layak dibuang ke tempat sampah.

Peran Vital BM Diah dalam Melestarikan Sejarah

Beruntung, BM Diah yang saat itu hadir di sana memiliki kepekaan sejarah yang tinggi. Ia melihat potensi nilai monumental pada kertas tersebut dan memutuskan untuk menyimpannya sebagai dokumen pribadi. Tanpa keputusan cepat dari sang wartawan senior ini, Indonesia mungkin telah kehilangan salah satu bukti sejarah paling otentik.

Setelah disimpan selama lebih dari 45 tahun, pada tahun 1992, BM Diah menyerahkan naskah tersebut kepada Presiden Soeharto. Dokumen ini kini menjadi salah satu aset sejarah paling berharga yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap narasi besar sering kali bergantung pada momen-momen kecil yang kritis. Sementara itu, untuk informasi mengenai isu-isu nasional lainnya, pembaca bisa menyimak perkembangan penegakan hukum di Indonesia yang saat ini terus menjadi perhatian publik.

?️ Share Your Opinion!

Menurut Anda, seberapa penting peran arsip fisik seperti naskah proklamasi asli bagi generasi Z saat ini dalam memahami perjuangan kemerdekaan? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Tetap ikuti perkembangan berita sejarah dan peristiwa terkini lainnya hanya di DKIJakarta News.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu