Komisi IX DPR Tegaskan Tenaga Kesehatan Harus Kedepankan Empati dalam Pelayanan Publik

Komisi IX DPR RI soroti pentingnya etika dan empati bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di fasilitas kesehatan nasional.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Aug 20, 2026 schedule 7:30 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Komisi IX DPR Tegaskan Tenaga Kesehatan Harus Kedepankan Empati dalam Pelayanan Publik
“Komisi IX DPR Tegaskan Tenaga Kesehatan Harus Kedepankan Empati dalam Pelayanan Publik”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/b1a774
20 Aug 2026
https://www.dkijakarta.id/s/b1a774
Copied
Komisi IX DPR Tegaskan Tenaga Kesehatan Harus Kedepankan Empati dalam Pelayanan Publik
Image via Pexels - Komisi IX DPR Tegaskan Tenaga Kesehatan Harus Kedepankan Empati dalam Pelayanan Publik

Key Highlights

  • Komisi IX DPR menekankan pentingnya aspek humanis dalam pelayanan kesehatan nasional.
  • Empati dinilai sebagai elemen krusial yang harus dimiliki setiap tenaga medis di lapangan.
  • Peningkatan standar kualitas layanan menjadi fokus utama dalam agenda pengawasan DPR di sektor kesehatan.

Pentingnya Sentuhan Manusia dalam Layanan Medis

Komisi IX DPR RI kembali mengingatkan seluruh jajaran tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia untuk selalu mengedepankan empati dalam menjalankan tugasnya. Kualitas layanan medis tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi atau peralatan rumah sakit, melainkan juga dari cara tenaga medis berinteraksi dengan pasien.

Anggota dewan menyoroti bahwa banyak keluhan masyarakat muncul bukan semata karena kendala teknis medis, melainkan akibat kurangnya komunikasi yang humanis. Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan seringkali berada dalam kondisi fisik dan psikologis yang rentan, sehingga membutuhkan perhatian serta tutur kata yang menenangkan.

? Did You Know? Kode Etik Kedokteran Indonesia secara tegas mencantumkan kewajiban bagi dokter untuk bersikap ramah dan komunikatif sebagai bagian dari upaya penyembuhan pasien secara holistik.

Menjaga Profesionalitas di Tengah Beban Kerja Tinggi

Tingginya beban kerja dan jumlah antrean pasien di berbagai rumah sakit sering menjadi tantangan besar. Meskipun demikian, profesionalisme tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar dalam pelayanan kesehatan publik. Efisiensi waktu tidak boleh mengorbankan kualitas interaksi antara dokter, perawat, dan pasien.

Pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap standar operasional prosedur (SOP) di tingkat daerah. Sinergi antara pemerintah dan institusi kesehatan menjadi kunci untuk memastikan bahwa empati tetap menjadi budaya kerja di setiap lini pelayanan.

Sinergi Antar Sektor untuk Kualitas Kesehatan

Keberhasilan transformasi kesehatan nasional memerlukan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk pengawasan ketat terhadap perilaku aparatur di lapangan. Fokus pada Strategi Baru BNN: Fokus pada 3 Program Unggulan untuk Tekan Penyalahgunaan Narkoba juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat secara fisik dan mental. Selain itu, tenaga kesehatan diharapkan tetap menjaga integritas dan moralitas, layaknya semangat profesionalitas yang terus dijaga di berbagai sektor profesional lainnya seperti yang dibahas dalam Tuntaskan 7 Dosa Branding di Media Sosial: Insight Eksklusif The Classroom Batch 3.

Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan berita terbaru seputar kebijakan kesehatan dan pelayanan publik di Indonesia.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu