KPI Usulkan Literasi Media dan Digital Jadi Kurikulum Wajib di Sekolah

Komisi Penyiaran Indonesia mendorong pemerintah untuk memasukkan literasi media dan digital ke dalam kurikulum sekolah demi membentengi generasi muda.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Aug 29, 2026 schedule 8:30 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
KPI Usulkan Literasi Media dan Digital Jadi Kurikulum Wajib di Sekolah
“KPI Usulkan Literasi Media dan Digital Jadi Kurikulum Wajib di Sekolah”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/5cb79a
29 Aug 2026
https://www.dkijakarta.id/s/5cb79a
Copied
KPI Usulkan Literasi Media dan Digital Jadi Kurikulum Wajib di Sekolah
Image via Pexels - KPI Usulkan Literasi Media dan Digital Jadi Kurikulum Wajib di Sekolah

Key Highlights

  • Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengusulkan integrasi literasi media dalam kurikulum pendidikan nasional.
  • Langkah ini bertujuan membentengi siswa dari paparan konten negatif di ruang digital.
  • Kolaborasi lintas sektor antara Kemendikbudristek dan lembaga penyiaran menjadi kunci utama keberhasilan program.

Pentingnya Literasi Digital bagi Generasi Muda

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) secara resmi mengusulkan agar literasi media dan digital segera dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia. Usulan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya paparan informasi tidak sehat, hoaks, serta konten vulgar yang mudah diakses anak-anak melalui berbagai platform media sosial.

Ketua KPI menekankan bahwa teknologi informasi berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi. Kesenjangan ini menciptakan kerentanan, terutama bagi siswa sekolah dasar hingga menengah yang masih berada dalam masa pembentukan karakter.

? Did You Know? Literasi media bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan pesan dalam berbagai bentuk media.

Kolaborasi Lintas Lembaga

Penerapan materi literasi digital ini diharapkan tidak hanya bersifat teoretis. KPI mendorong adanya sinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk menyusun modul yang relevan dengan perkembangan zaman dan psikologi anak.

Pengawasan di ruang siber seringkali tidak cukup jika tidak dibarengi dengan edukasi yang mumpuni di lingkungan pendidikan. Fokus utama kurikulum ini adalah mengajarkan siswa bagaimana membedakan fakta dan opini, serta memahami dampak dari jejak digital yang mereka tinggalkan di internet.

Tantangan di ruang publik digital memang semakin kompleks, sebagaimana terlihat dalam berbagai Viral Aksi Pemotor RX King Terobos Tol Jagorawi, Pihak Berwenang Lakukan Penyelidikan yang sempat menyita perhatian publik. Edukasi dini diharapkan mampu membangun kesadaran akan aturan dan etika di ruang publik, baik fisik maupun digital. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru mengenai inisiatif ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu