Megawati Soekarnoputri Kaget Wajahnya Dicatut AI untuk Iklan Kue

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyoroti penyalahgunaan teknologi AI yang mencatut wajahnya untuk promosi produk kue di media sosial.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 29, 2026 schedule 9:30 AM visibility 2 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Megawati Soekarnoputri Kaget Wajahnya Dicatut AI untuk Iklan Kue
“Megawati Soekarnoputri Kaget Wajahnya Dicatut AI untuk Iklan Kue”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/0c5fbc
29 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/0c5fbc
Copied
Megawati Soekarnoputri Kaget Wajahnya Dicatut AI untuk Iklan Kue
Image via Pexels - Megawati Soekarnoputri Kaget Wajahnya Dicatut AI untuk Iklan Kue

Key Highlights

  • Megawati Soekarnoputri mengungkapkan keterkejutannya saat mengetahui wajahnya digunakan dalam iklan kue menggunakan AI.
  • Fenomena penyalahgunaan teknologi deepfake kini menjadi perhatian serius terkait etika digital dan perlindungan identitas.
  • Pihak terkait kini memperketat pengawasan terhadap konten manipulasi digital yang merugikan tokoh publik.

Penyalahgunaan Teknologi di Ruang Digital

Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, baru-baru ini angkat bicara mengenai maraknya penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI). Ia mengaku terkejut ketika mendapati wajahnya muncul dalam iklan produk kue di media sosial tanpa izin.

Manipulasi digital yang menggunakan teknologi deepfake ini menampilkan sosok Megawati seolah sedang mempromosikan produk tersebut. Kejadian ini mencerminkan betapa rentannya identitas tokoh publik di era keterbukaan informasi saat ini.

Tantangan Etika dan Keamanan Siber

Kasus pencatutan wajah melalui AI bukan kali pertama terjadi, namun keterlibatan figur publik tingkat nasional membawa urgensi baru bagi penegakan hukum siber. Kejahatan digital semacam ini sering kali mengaburkan batas antara kreativitas dan pelanggaran hak cipta serta hak privasi individu.

? Did You Know? Teknologi deepfake menggunakan algoritma Deep Learning untuk menciptakan konten audio dan visual yang sangat mirip dengan subjek aslinya, sehingga sering sulit dibedakan oleh mata telanjang.

Di luar isu keamanan digital, masyarakat juga diimbau untuk tetap kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar secara daring agar tidak mudah tertipu, selaras dengan pentingnya literasi informasi seperti dalam ulasan mengenai Waspada, 70 Persen Kasus Diabetes di Indonesia Masih Tak Terdeteksi guna menghindari hoaks yang membahayakan.

Hingga saat ini, langkah hukum dan teknis tengah dikaji untuk meminimalisir penyebaran konten manipulatif yang dapat menyesatkan publik. Untuk liputan berita yang lebih detail, kunjungi DKIJakarta.id.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu