Mengenang Tsunami Selat Sunda 2018: Tragedi yang Mengubah Pesisir Banten dan Lampung

Mengenang kembali tragedi Tsunami Selat Sunda 2018 yang menewaskan 437 orang akibat runtuhnya material vulkanik Gunung Anak Krakatau.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Sep 14, 2026 schedule 4:45 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Mengenang Tsunami Selat Sunda 2018: Tragedi yang Mengubah Pesisir Banten dan Lampung
“Mengenang Tsunami Selat Sunda 2018: Tragedi yang Mengubah Pesisir Banten dan Lampung”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/530708
14 Sep 2026
https://www.dkijakarta.id/s/530708
Copied
Mengenang Tsunami Selat Sunda 2018: Tragedi yang Mengubah Pesisir Banten dan Lampung
Image via Pexels - Mengenang Tsunami Selat Sunda 2018: Tragedi yang Mengubah Pesisir Banten dan Lampung

Key Highlights

  • Tsunami dipicu oleh longsoran lereng Gunung Anak Krakatau akibat erupsi.
  • Peristiwa ini menelan 437 korban jiwa di wilayah Banten dan Lampung.
  • Menjadi peringatan penting mengenai sistem mitigasi bencana di kawasan pesisir.

Detik-Detik Peristiwa Kelam

Malam tanggal 22 Desember 2018 menjadi catatan kelabu dalam sejarah kebencanaan Indonesia. Gelombang tsunami menerjang pesisir Selat Sunda tanpa adanya peringatan dini gempa bumi yang biasa menjadi penanda utama. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tinggi tersebut dipicu oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Runtuhnya sebagian besar material vulkanik ke dalam laut memicu pergeseran massa air yang kemudian menghantam daratan dengan kekuatan destruktif.

Dampak dan Upaya Pemulihan

Data resmi mencatat sebanyak 437 orang meninggal dunia, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal. Kehancuran infrastruktur di sepanjang garis pantai menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana.

Tragedi ini memicu evaluasi besar-besaran terhadap sistem deteksi dini tsunami yang berbasis pada aktivitas vulkanik. Keberadaan fenomena alam yang tidak lazim ini memaksa pemangku kepentingan untuk meningkatkan edukasi mitigasi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, serupa dengan pentingnya literasi publik terkait kebijakan pemerintah seperti dalam kasus Badan Gizi Nasional Tingkatkan Status Kasus Keracunan MBG, Kepala SPPG Terancam Dicopot.

FAQ

Apa penyebab utama tsunami Selat Sunda pada tahun 2018? Tsunami tersebut disebabkan oleh longsoran bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, bukan akibat gempa tektonik.

Berapa jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut? Berdasarkan data resmi dari otoritas terkait, jumlah korban meninggal dunia mencapai 437 orang.

Untuk informasi mendalam lainnya mengenai peristiwa sejarah dan kebijakan publik, kunjungi DKIJakarta.id secara berkala.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu