PB PMII Soroti Langkah Febrie Adriansyah Terkait Penanganan Tersangka Tanpa Atribut Tahanan

PB PMII menyoroti kebijakan penanganan tersangka yang tidak menggunakan rompi dan borgol di bawah kepemimpinan Febrie Adriansyah dalam penegakan hukum.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Jul 29, 2026 schedule 9:30 AM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
PB PMII Soroti Langkah Febrie Adriansyah Terkait Penanganan Tersangka Tanpa Atribut Tahanan
“PB PMII Soroti Langkah Febrie Adriansyah Terkait Penanganan Tersangka Tanpa Atribut Tahanan”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/9870f9
29 Jul 2026
https://www.dkijakarta.id/s/9870f9
Copied
PB PMII Soroti Langkah Febrie Adriansyah Terkait Penanganan Tersangka Tanpa Atribut Tahanan
Image via Pexels - PB PMII Soroti Langkah Febrie Adriansyah Terkait Penanganan Tersangka Tanpa Atribut Tahanan

Key Highlights

  • PB PMII memberikan perhatian khusus terhadap prosedur pemaparan tersangka korupsi.
  • Kritik tertuju pada hilangnya penggunaan atribut rompi tahanan dan borgol saat tersangka dihadirkan.
  • Diskursus publik muncul mengenai standar kesetaraan di mata hukum bagi para tersangka tindak pidana korupsi.

Sorotan Terhadap Prosedur Penanganan Tersangka

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melontarkan pandangan kritis terkait pola penanganan tersangka yang dilakukan oleh jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Fenomena di mana tersangka tidak lagi mengenakan rompi tahanan maupun borgol saat berada di ruang publik menjadi perdebatan hangat di tengah masyarakat.

Febrie Adriansyah, yang menjabat sebagai Jampidsus, dinilai sedang menciptakan preseden baru dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia. Sebagian pihak menganggap hal ini sebagai langkah untuk menjaga asas praduga tak bersalah, sementara kelompok lain mempertanyakan efektivitas efek jera bagi para pelaku tindak pidana yang merugikan negara.

Implikasi Kebijakan di Tengah Dinamika Hukum

Langkah ini menuntut adanya transparansi lebih lanjut dari Kejaksaan Agung mengenai standar operasional prosedur yang berlaku. Penegakan hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas sering kali menjadi isu sensitif, terlebih ketika masyarakat membandingkan perlakuan terhadap tersangka korupsi dengan tindak pidana umum lainnya.

Kondisi ini memicu spekulasi apakah ada perubahan kebijakan mendasar dalam manajemen penanganan tahanan atau sekadar penyesuaian situasional. Di sisi lain, isu kepastian hukum dan transparansi penanganan perkara memang sedang menjadi perhatian nasional, sebagaimana juga terlihat dalam upaya aparat dalam mengungkap berbagai kejahatan, seperti yang dilaporkan dalam Polisi Bongkar Sindikat Narkoba di Bogor, Jutaan Butir Obat Keras Disita untuk menjaga keamanan masyarakat.

Tantangan Reformasi Birokrasi Kejaksaan

Tugas berat menanti institusi penegak hukum dalam meyakinkan publik bahwa tidak ada diskriminasi dalam perlakuan terhadap tersangka. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan setiap agenda hukum agar tidak dianggap memiliki keberpihakan tertentu. Terkait isu kelembagaan yang memerlukan stabilitas, pembaca juga bisa memantau perkembangan lainnya seperti pada topik Dualisme SEMMI Berakhir, Bobby Kurniawan Resmi Bergabung di Bawah Kepemimpinan Bintang Wahyu Saputra sebagai bagian dari dinamika organisasi di tanah air.

FAQ

Apa alasan utama PB PMII mengkritisi prosedur penanganan tersangka tersebut? PB PMII mempertanyakan aspek keadilan dan efek jera yang dirasa berkurang ketika tersangka korupsi tidak diperlakukan dengan atribut standar tahanan seperti rompi dan borgol.

Apakah kebijakan ini berlaku secara umum di semua instansi kejaksaan? Kebijakan penggunaan atribut tahanan masih menjadi diskursus internal dan kewenangan masing-masing institusi penegak hukum, namun praktik ini memicu desakan publik untuk adanya standardisasi yang seragam. Tetap ikuti DKIJakarta News untuk perkembangan terbaru.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu