Pemuda Muhammadiyah Beri Peringatan Keras kepada Hotman Paris Terkait Nama Presiden

Pemuda Muhammadiyah meminta Hotman Paris tidak menyeret nama Presiden dalam pembelaan kasus hukum guna menjaga marwah jabatan tertinggi negara.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Jul 20, 2026 schedule 12:15 PM visibility 0 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Pemuda Muhammadiyah Beri Peringatan Keras kepada Hotman Paris Terkait Nama Presiden
“Pemuda Muhammadiyah Beri Peringatan Keras kepada Hotman Paris Terkait Nama Presiden”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/155593
20 Jul 2026
https://www.dkijakarta.id/s/155593
Copied
Pemuda Muhammadiyah Beri Peringatan Keras kepada Hotman Paris Terkait Nama Presiden
Image via Pexels - Pemuda Muhammadiyah Beri Peringatan Keras kepada Hotman Paris Terkait Nama Presiden

Key Highlights

  • Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyoroti gaya pembelaan Hotman Paris yang kerap mengaitkan Presiden dalam kasus hukum.
  • Langkah tersebut dinilai berpotensi menyeret institusi kepresidenan ke dalam urusan teknis hukum yang bersifat personal.
  • Organisasi kepemudaan ini menekankan pentingnya menjaga marwah jabatan Presiden agar tetap netral dan independen.

Peringatan Tegas Organisasi Kepemudaan

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah baru-baru ini melayangkan kritik terhadap pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Fokus utama kritik ini terletak pada strategi pembelaan hukum yang dilakukan sang pengacara, khususnya yang kerap menyeret-nyeret nama Presiden RI dalam pernyataan publiknya.

Menurut pandangan organisasi tersebut, membawa nama Presiden ke dalam pusaran kasus hukum yang bersifat privat atau spesifik tidaklah relevan. Tindakan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat seolah-olah terjadi intervensi kekuasaan dalam penegakan hukum.

Menjaga Marwah Jabatan Negara

Pihak Pemuda Muhammadiyah menegaskan bahwa profesi advokat memang dilindungi undang-undang dalam membela kliennya. Namun, kebebasan tersebut harus dibatasi oleh etika profesional dan sikap hormat terhadap simbol negara.

Jabatan Presiden adalah simbol kedaulatan bangsa yang seharusnya dipisahkan dari polemik hukum di lapangan. Hal ini sejalan dengan diskursus hukum yang belakangan berkembang, seperti yang sempat memanas dalam Polemik Revisi UU Pilkada: Dinamika Hukum dan Sorotan Publik di Jakarta, di mana netralitas dan kewibawaan hukum menjadi prioritas utama publik.

Prinsip Independensi Hukum

Peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh praktisi hukum di Indonesia agar lebih berhati-hati dalam beropini. Profesionalisme seorang pengacara seharusnya diukur dari argumentasi yuridis yang solid di persidangan, bukan melalui narasi yang memancing perhatian publik dengan membawa-bawa sosok Presiden.

Di tengah situasi demokrasi yang dinamis, stabilitas politik dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum menjadi taruhan. Sebagaimana isu yang beredar terkait DPR dan KPU Sepakat Jalankan Putusan MK untuk Pilkada 2024: Simak Detailnya, kepatuhan terhadap prosedur hukum yang objektif menjadi landasan utama menjaga kepercayaan rakyat terhadap institusi negara.

?️ Share Your Opinion!

Apakah menurut Anda pengacara sudah seharusnya membatasi penyebutan nama tokoh politik dalam pembelaan hukum mereka? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Ikuti DKIJakarta News untuk selalu mendapatkan berita terkini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu