Rakor Pemulihan Desa Adat Sade: JRP Tekankan Mitigasi dan Tata Kelola Risiko Berkelanjutan

Rapat koordinasi pemulihan Desa Adat Sade menekankan pentingnya tata kelola risiko dan mitigasi bencana untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya.

MhdDaniel
MhdDaniel Chief Editor
calendar_today Oct 29, 2026 schedule 11:00 PM visibility 1 chat_bubble 0
N
News
NEWS CARD
Logo
Rakor Pemulihan Desa Adat Sade: JRP Tekankan Mitigasi dan Tata Kelola Risiko Berkelanjutan
“Rakor Pemulihan Desa Adat Sade: JRP Tekankan Mitigasi dan Tata Kelola Risiko Berkelanjutan”
Favicon
Read more on www.dkijakarta.id/s/ad4e50
29 Oct 2026
https://www.dkijakarta.id/s/ad4e50
Copied
Rakor Pemulihan Desa Adat Sade: JRP Tekankan Mitigasi dan Tata Kelola Risiko Berkelanjutan
Image via Pexels - Rakor Pemulihan Desa Adat Sade: JRP Tekankan Mitigasi dan Tata Kelola Risiko Berkelanjutan

Key Highlights

  • Rapat koordinasi difokuskan pada penguatan sistem manajemen risiko di Desa Adat Sade.
  • Integrasi aspek mitigasi bencana menjadi elemen krusial dalam pemulihan kawasan wisata budaya.
  • Kolaborasi lintas sektor diperlukan guna menjaga eksistensi nilai-nilai kearifan lokal.

Penguatan Manajemen Risiko di Desa Sade

Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus untuk membahas strategi pemulihan dan penguatan Desa Adat Sade di Lombok. Fokus utama pertemuan ini terletak pada upaya sistematis dalam mengelola risiko, baik dari sisi pelestarian fisik bangunan tradisional maupun aspek keselamatan wisatawan.

Pakar dari JRP menyoroti bahwa Desa Adat Sade memiliki kerentanan khusus karena struktur bangunannya yang menggunakan material bambu dan jerami. Pendekatan manajemen risiko yang komprehensif dianggap mendesak guna mengantisipasi potensi ancaman di masa depan, termasuk bahaya kebakaran yang kerap menghantui kawasan permukiman adat.

Integrasi Mitigasi dengan Pelestarian Budaya

Penerapan protokol keamanan di kawasan wisata tidak boleh mengabaikan estetika serta nilai sakral desa. Para ahli mendorong pembentukan sistem peringatan dini yang lebih adaptif bagi warga lokal, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah preventif secara mandiri sebelum bantuan teknis tiba.

Selain manajemen risiko, penguatan infrastruktur dasar yang selaras dengan kearifan lokal terus diupayakan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Hal ini senada dengan semangat pembenahan infrastruktur publik di berbagai daerah, seperti upaya pemulihan pasca insiden di ibu kota yang baru-baru ini mencuat, termasuk saat pihak berwenang melakukan Brimob Polda Metro Jaya Amankan Lokasi Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dalam memastikan keamanan objek vital.

Keberlanjutan Ekonomi dan Pariwisata

Pemulihan desa bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan menjaga denyut ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Stabilitas kawasan akan memberikan rasa percaya diri bagi wisatawan untuk terus berkunjung ke salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat tersebut.

Sinergi antara pengelola desa adat dengan instansi teknis menjadi kunci utama keberhasilan implementasi rencana ini ke depannya. Teruslah membaca DKIJakarta.id untuk informasi terbaru tentang ini.

auto_awesome Ai Assisted

This article is curated and summarized by AI from multiple sources.

favorite Follow us for the latest updates:
Author
MhdDaniel

MhdDaniel Chief Editor

history Digital Archives

View Full Library chevron_right

Follow Us

keyboard_arrow_up
amp_stories Web Stories
login Login
local_fire_department Trending menu Menu